MLSC Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026/2027 Pecah! Ada Drama Penalti hingga Juara Baru

MLSC Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026/2027 Pecah! Ada Drama Penalti hingga Juara Baru

Olahraga | inews | Senin, 21 September 2026 - 05:01
share

JAKARTA, iNews.id - MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026-2027 resmi menuntaskan partai puncak dengan drama berbeda di setiap kategori. SDN Gedong 03 dan SDN Cipayung 02 menjadi juara di Jakarta Raya, sedangkan SD Tarakanita Bumijo I dan SD Muhammadiyah Sapen meraih podium tertinggi di Yogyakarta.

Turnamen sepak bola putri usia dini ini diikuti ribuan atlet dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Di Jakarta Raya, sebanyak 1.928 atlet dari 111 SD dan MI ambil bagian. Sebanyak 53 tim bersaing di KU 10, sedangkan 123 tim tampil di KU 12.

Pertandingan Jakarta Raya berlangsung di Lapangan Bola Brigif 1 dan Kingkong Soccer Arena, Jakarta Timur. Sementara di Yogyakarta, 1.294 atlet dari 76 SD dan MI berkompetisi di Lapangan Sidomoyo dan Stadion Tridadi, Sleman.

Persaingan di Jakarta Raya menghadirkan drama paling ketat pada final KU 12. SDN Cipayung 02 sempat unggul cepat melalui Keisha Rizky Ramadani pada menit ketiga setelah memanfaatkan sepak pojok Gildas Syauqillah.

SDN Kebayoran Lama Selatan 19 kemudian membalikkan keadaan. Maura Jihan Athifa mencetak gol pada menit keenam sebelum Alesha Kaysha Salsabila membawa timnya unggul 2-1 satu menit kemudian. Skor tersebut bertahan sampai jeda.

Pertandingan kembali berubah setelah Gildas Syauqillah mencetak gol penyama kedudukan untuk SDN Cipayung 02 pada menit ke-19. Tendangan terukur ke sisi kanan gawang yang dikawal Deviana Azizah membuat skor menjadi 2-2 dan pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

SDN Cipayung 02 tampil lebih tenang dalam adu penalti. Empat penendangnya berhasil menjalankan tugas dengan sempurna, sedangkan SDN Kebayoran Lama Selatan 19 hanya mencetak dua gol dari empat kesempatan. Penendang terakhir Cipayung, Gildas, sukses mengecoh kiper lawan sehingga skor akhir menjadi 4-2.

Gildas mengaku timnya sempat gugup ketika tertinggal pada babak pertama. Namun, instruksi pelatih membuat para pemain terus menjaga semangat hingga mampu menyamakan kedudukan dan memenangkan pertandingan melalui adu penalti.

“Di babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago. Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerjasama tim yang terus dilatih selama sekitar dua minggu persiapan,” kata Gildas Syauqillah.

Gildas juga tampil sebagai pencetak gol terbanyak MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026-2027 dengan koleksi 14 gol di kategori KU 12.

Official SDN Cipayung 02, Khavidah, menyebut gelar juara sesuai dengan target yang sudah ditetapkan sejak awal. Dia juga mengapresiasi mental para pemain saat menghadapi final yang harus diselesaikan melalui adu penalti.

“Tim pelatih menginstruksikan jangan menyerah. Kami percaya para penendang penalti yang sudah kami latih sejak awal, mentalnya terbangun dengan sangat baik. Alhamdulillah kami bisa menang dan memenuhi target juara. Saya sangat senang dan bersyukur atas pencapaian tim di turnamen kali ini. Kami selalu ikut MLSC di Jakarta tapi biasanya hanya bisa sampai delapan besar. Tahun ini Alhamdulillah bisa sampai final bahkan jadi juara satu,” ucapnya.

Sementara itu, SDN Gedong 03 tampil dominan pada final KU 10 Jakarta Raya dengan mengalahkan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor 3-0. Keenar Inara Alfiyah menjadi bintang kemenangan setelah mencetak dua gol pada babak pertama.

Keenar membuka keunggulan melalui penalti pada menit ke-10. Lima menit kemudian, dia kembali mencetak gol setelah melewati dua pemain belakang UPTD SDN Mampang 1. Satu gol tambahan SDN Gedong 03 dicetak Neha Rayadinata pada babak kedua setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Di Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I menjadi juara KU 10 setelah mengalahkan SD Muhammadiyah Sapen 3-1. Alisya Natalia Bandari menjadi penentu kemenangan dengan mencetak tiga gol pada menit kelima, ke-24 dan ke-29. Gol SD Muhammadiyah Sapen dicetak Gendhis Annara Putri Bazuni pada menit ke-13.

SD Muhammadiyah Sapen kemudian bangkit di KU 12. Mereka menjadi juara setelah menang tipis 1-0 atas SDN Kalasan 1. Gol kemenangan dicetak Ralin Adiba Fitria Sanjaya pada menit ke-17.

MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026-2027 tetap menggunakan format tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside. Durasi pertandingan untuk fase penyisihan hingga perempat final adalah 2 x 10 menit, sedangkan semifinal dan final dimainkan 2 x 15 menit.

Pada musim ini, terdapat perubahan ukuran lapangan untuk KU 10. Jika sebelumnya menggunakan lapangan berukuran 40 x 24 meter, kini KU 10 memakai ukuran yang sama dengan KU 12, yakni 42 x 26 meter. Batas usia KU 10 berlaku bagi kelahiran 1 Juli 2016 hingga 30 Juni 2018, sedangkan KU 12 untuk kelahiran 1 Juli 2014 hingga 30 Juni 2016.

Selain pertandingan KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026-2027 kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Jakarta Raya, kegiatan tersebut diikuti 76 siswi dari 21 SD dan MI, sedangkan Yogyakarta diikuti 65 peserta dari 19 SD dan MI.

Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, menilai penyelenggaraan di Jakarta dan Yogyakarta memperlihatkan tingginya minat terhadap sepak bola putri usia dini. Menurut dia, kondisi tersebut terlihat dari kemunculan tim-tim baru serta dukungan orang tua selama pertandingan.

“Yang menarik dan menurut saya luar biasa adalah dukungan orang tua ke peserta yang bertanding sangat antusias. Di setiap seri, di setiap kota pelaksanaan MLSC itu orang tua selalu berperan aktif dan itu penting sekali buat mental para pemain. Selain itu, secara kualitas permainan juga selalu ada perkembangan dari seri-seri sebelumnya sehingga terlihat ekosistem sepak bola putri di Indonesia semakin terbentuk, kompetisinya juga semakin bagus karena muncul sekolah-sekolah baru sebagai pemenang,” ujarnya.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, juga melihat peningkatan kemampuan peserta. Dia menilai perkembangan tersebut terlihat dari teknik dasar, kepercayaan diri saat menggiring bola, akurasi umpan, kontrol bola hingga pemahaman bermain sebagai tim.

“Melihat pertandingan yang sudah berjalan di MLSC seri 1 tahun ini, nampak ada sejumlah perkembangan dari kemampuan para peserta. Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus. Dan yang penting, mereka mulai mengerti cara bermain sebagai sebuah tim,” ujarnya.

Menurut Jacksen, perkembangan tersebut tidak terlepas dari pembinaan berkelanjutan melalui kompetisi usia dini. Dia menilai turnamen berjenjang memberikan pengalaman bertanding sekaligus membangun kebiasaan bermain sepak bola secara serius sejak usia muda.

“Menurut saya, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah berhasil membuat sepak bola putri benar-benar menggeliat dan kita sekarang mulai bisa melihat hasil dari proses itu. Kalau kompetisi seperti ini terus berjalan, saya yakin kualitasnya akan terus naik karena turnamen yang kita bangun bukan hanya pertandingan, tetapi kebiasaan dan karakter para atlet untuk bermain sepak bola secara serius sejak dini. Itu yang nantinya menjadi pondasi untuk perkembangan sepak bola putri Indonesia,” tuturnya melanjutkan.

MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026-2027 hadir di 15 kota penyelenggaraan. Rangkaian kompetisi tersebut menjadi bagian dari pembinaan sepak bola putri usia dini melalui pertandingan yang berlangsung secara berjenjang.

Daftar Juara MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya

KU 10

Champion: SDN Gedong 03
Runner-up: UPTD SDN Mampang 1
Semifinalis: SDN Gedong 10 Pagi dan SDN Klender 04
Top Scorer: Keenar Inara Alfiyah - SDN Gedong 03 (28 gol)
Best Player: Valencia Ashalyna Prayoga - SDN Gedong 10 Pagi
Best Goalkeeper: Arsyila Wahyu Qiana - SDN Gedong 03
Fairplay Team: SDN Lenteng Agung 09

KU 12

Champion: SDN Cipayung 02
Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19
Semifinalis: SDN Kebayoran Lama Utara 13 Pagi dan SDN Pondok Kacang Timur 04
Top Scorer: Gildas Syauqillah - SDN Cipayung 02 (14 gol)
Best Player: Maura Jihan Athifa - SDN Kebayoran Lama Selatan 19
Best Goalkeeper: Khanza Aqila Salsabila - SDN Kebayoran Lama Utara 13
Fairplay Team: SDN Cipinang Muara 19

Daftar Juara MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta

KU 10

Champion: SD Tarakanita Bumijo I
Runner-up: SD Muhammadiyah Sapen
Semifinalis: SDIT Luqman Al Hakim dan SDN Ungaran 1
Top Scorer: Alisya Natalia Bandari - SD Tarakanita Bumijo I (36 gol)
Best Player: Gendhis Annara Putri Bazuni - SD Muhammadiyah Sapen
Best Goalkeeper: Puput Widiana - SDN Ungaran 1
Fairplay Team: SD Idea Baru

KU 12

Champion: SD Muhammadiyah Sapen
Runner-up: SDN Kalasan 1
Semifinalis: SDN Ungaran 1 dan SDN Perumnas Condongcatur
Top Scorer: Fuanthiffa Husnia Dea Pramita - SDN Glagah (12 gol), Khayla Labiba Nasjmi - SDN Baturetno (12 gol), Putri Selena Humaira Suryawan - SD Muhammadiyah Sapen (12 gol)
Best Player: Afita Nur Inderasari - SDN Kalasan 1
Best Goalkeeper: Earlyta Arsyfara Fatiyaturrahma - SDN Kalasan 1
Fairplay Team: SDN Giwangan

Topik Menarik