Tangis Haru Warnai Doa Bersama untuk Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto di Depok

Tangis Haru Warnai Doa Bersama untuk Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto di Depok

Terkini | inews | Jum'at, 18 September 2026 - 21:32
share

DEPOK, iNews.id – Suasana haru menyelimuti Masjid Jami Al Wafa di Perumahan Nuansa Asri, Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026). 

Warga, kerabat, serta keluarga kembali menggemakan doa bersama setelah tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian lima jurnalis yang hilang saat bertugas meliput di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Yudistiro menjadi salah satu jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026. 

Di tengah gema doa dan lantunan ayat suci, tangis haru Diah, istri dari jurnalis/pewarta foto iNews Yudistiro Pranoto, tak terbendung.

Berdasarkan pantauan iNews, suasana duka begitu terasa menyelimuti raut wajah warga sekitar kediaman pria yang akrab disapa Yudis tersebut. 

Dengan ketabahan di tengah duka mendalam, Diah mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur tim SAR gabungan, aparat, dan relawan yang telah berjuang tanpa lelah melakukan penyisiran di Selat Sunda selama 10 hari.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, tim SAR, dan relawan yang telah berupaya maksimal melakukan pencarian suami saya dan rekan-rekan jurnalis lainnya selama 10 hari ini," ujar Diah.

Yudistiro Pranoto meninggalkan seorang istri dan dua anak kembar.

Sosok Jurnalis Hangat dan Jiwa Sosial Tinggi

Di lingkungan tempat tinggalnya di Sawangan, Depok, Yudistiro dikenal sebagai sosok tetangga yang sangat ramah, mudah bermasyarakat, serta berjiwa sosial tinggi yang selalu sigap membantu warga sekitar.

Meski operasi pencarian formal telah dihentikan oleh Basarnas Banten, doa dan harapan dari pihak keluarga, rekan jurnalis, serta tetangga tak pernah putus mengalir bagi Yudistiro dan empat jurnalis lainnya.

Seperti diketahui, Yudistiro bersama empat jurnalis lainnya, dua kru kapal, dan seorang pemandu dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Mereka berangkat dari Anyer menggunakan speedboat menuju kawasan Krakatau. 

Topik Menarik