Israel Bobol! Banyak Senjata Dicuri dari Gudang Senjata Selama Perang Gaza
TEL AVIV, iNews.id - Senjata dan amunisi dicuri dari gudang militer Israel selama perang Gaza dan sampai ke tangan geng kriminal. Di antara senjata tersebut adalah roket anti-tank LAW.
Stasiun televisi Israel, KAN, melaporkan militer Zionis mungkin tidak mengetahui jumlah pasti senjata dan amunisi yang dicuri. Hal yang jelas, senjata-senjata itu beredar di luar kendali mereka.
Hal ini diketahui dari dua insiden melibatkan roket LAW di beberapa kota Israel seperti Sajur dan Jaljulia.
Menurut laporan KAN, berdasarkan hasil temuan yakni alat perang tersebut dijual dengan harga murah di pasar gelap, menunjukkan senjata dan amunisi dicuri dalam skala besar setelah gudang darurat dibuka selama perang.
Amunisi yang hilang bisa saja tercatat telah digunakan dalam perang, sehingga sulit untuk menentukan secara pasti berapa banyak dicuri.
KAN juga melaporkan peningkatan tajam penggunaan drone dan senjata militer oleh geng-geng kriminal. Jumlah kejahatan di Israel melibatkan granat tangan meningkat dari 75 pada 2023 menjadi 988 pada 2024 atau hampir 3 kejadian setiap hari.
Pramono Bantah Penerapan WFA dan PJJ Hari Ini untuk Antisipasi Demo: Arahan Pemerintah Pusat
Dalam satu kehadian di Nazareth pekan ini, granat tangan dijatuhkan dari drone.
Hasil penyelidikan unit Lahav 433 kepolisian Israel mengungkap, perusahaan-perusahaan di komunitas Badui membeli ratusan drone pengangkut kargo besar menggunakan faktur palsu.
Drone-drone tersebut belum ditemukan. Pihak berwenang belum bisa memetakan di mana saja drone tersebut digunakan.
Kepolisian, tentara, badan intelijen dalam negeri Shin Bet, serta lembaga keamanan lain sedang menilai skala ancaman yang ditimbulkan oleh drone dan mengembangkan cara untuk melawannya.










