Kasus Influenza A Mulai Naik di Indonesia, Begini Cara Mencegahnya!
JAKARTA, iNews.id - Virus Influenza A tengah menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah orang tua membagikan pengalaman anak mereka yang mengalami demam tinggi dan gejala mirip Covid-19 di media sosial. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai peningkatan kasus Influenza A di Indonesia.
Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut peningkatan kasus Influenza A yang terjadi di sejumlah daerah belum menunjukkan lonjakan signifikan secara nasional.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama karena anak-anak, balita, dan lansia termasuk kelompok yang rentan mengalami infeksi influenza.
"Secara nasional kenaikannya tidak terlalu signifikan, lonjakannya tidak terlalu melonjak tajam begitu, mungkin di beberapa daerah iya (naik). Jadi secara nasional tuh masih aman, terkendali untuk yang influenza-influenza tadi," kata Aji saat diwawancarai di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Influenza A Bisa Membahayakan Anak dan Lansia
Menurut Aji, kasus influenza yang ramai diperbincangkan di media sosial banyak berkaitan dengan anak-anak. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena balita termasuk kelompok yang lebih rentan.
"Yang ada lonjakan yang banyak di media sosial itu kan influenza anak-anak terutama. Yang rentan memang kepada anak-anak, terutama balita. Makanya kasusnya juga banyak di sana, lansia juga gitu. Jadi itu yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Aji menjelaskan, influenza juga memiliki pola musiman atau seasonal flu. Artinya, jumlah kasus dapat mengalami peningkatan pada periode tertentu dan dipengaruhi berbagai kondisi lingkungan.
"Ini memang di beberapa kota ada kenaikan. Tapi secara nasional, kami lihat datanya nih 2025–2026, dia memang seasonal flu. Jadi ada musim-musimnya, ada waktu-waktunya," kata dia.
Faktor Lingkungan Ikut Memengaruhi
Selain pola musiman, kondisi lingkungan juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Kemenkes menyoroti sejumlah kondisi, termasuk kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, serta paparan abu vulkanik.
"Sekarang karena ada faktor karhutla, ada kekeringan, ada erupsi, kemarin sempat ada erupsi, memang itu ada faktor ke sana. Dan ini mempengaruhi, terutama untuk kelompok-kelompok rentan nih, anak-anak, lansia," tutur Aji.
Karena itu, masyarakat terutama kelompok rentan perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan lingkungan sekitar ketika aktivitas influenza sedang meningkat.
Begini Cara Mencegah Influenza A
Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana. Kemenkes mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.
- Mencukupi kebutuhan istirahat.
- Rutin melakukan aktivitas fisik.
- Menggunakan masker ketika berada di sekitar orang yang sedang sakit.
- Menjaga jarak dengan orang yang sedang mengalami gejala sakit.
- Tidak memaksakan diri beraktivitas ketika sedang sakit.
"Gimana cara mencegahnya? Ya perkuat imun tubuh, makan bergizi, cukup istirahat, kemudian aktivitas fisik, dan juga kalau pun yang sakit dan nggak sakit, ketika mungkin di sekitarnya ada yang lagi nggak sakit, tapi di sekitarnya ada yang sakit tentu dijaga, pakai masker atau menjaga jarak," imbau Aji.
Anak Sakit Sebaiknya Tidak Sekolah Dulu
Khusus anak yang sedang mengalami gejala sakit, orang tua dianjurkan tidak memaksakan mereka bersekolah. Anak dapat beristirahat di rumah hingga kondisinya membaik.
Selain mencegah kondisi anak semakin berat, langkah tersebut juga dapat membantu mengurangi risiko penularan kepada teman-teman di sekolah.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala yang semakin berat. Sesak napas dan batuk yang tidak kunjung membaik menjadi kondisi yang perlu mendapatkan perhatian medis.
"Kalau yang sakit, sementara mungkin tidak sekolah dulu atau tidak bekerja dulu kalau memang berat. Dan kalau memang semakin berat, semakin sesak napas, batuknya tidak sembuh-sembuh, ya, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani," pungkas Aji.










