SMPN 16 Medan Rampung Direnovasi gegara Langganan Banjir, Mendikdasmen: Tak Perlu PJJ Lagi
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelesaikan revitalisasi SMPN 16 Medan pada Agustus 2026. Revitalisasi dilakukan karena sekolah tersebut kerap terdampak banjir hingga satu meter saat hujan deras yang menghambat proses belajar mengajar.
"Pembangunan revitalisasi sekolah yang terdampak banjir ini selesai pada waktunya, bulan Agustus. Sehingga semua kegiatan pembelajaran sekarang sudah berlangsung 100 persen, tidak perlu ada lagi yang melalui pembelajaran daring (pembelajaran jarak jauh/PJJ)," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Mu’ti menjelaskan, pemulihan satuan pendidikan yang terdampak bencana tidak berhenti pada perbaikan bangunan. Menurutnya, lingkungan belajar yang aman dan nyaman juga menjadi bagian penting dalam pemulihan aktivitas pendidikan.
“Lingkungan belajar yang aman dan nyaman menjadi bagian penting agar guru dan peserta didik dapat kembali menjalankan aktivitas pendidikan tanpa kekhawatiran,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPT SMPN 16 Medan, Taripar Rudi Sihombing menerangkan pekerjaan revitalisasi dimulai sejak April 2026. Salah satu pekerjaan yang dilakukan yakni meninggikan area sekolah.
“Revitalisasi dimulai dari bulan April 2026 dan pada bulan Agustus 2026 sudah selesai. Sebelumnya area sekolah ini rendah, sehingga dilakukan penimbunan dan ditinggikan supaya ke depan kalau ada hujan lebat tidak terkena banjir lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas mengapresiasi Kemendikdasmen atas dukungan revitalisasi SMPN 16 Medan.
“Tentunya fasilitas sekolah akan kita perbaiki juga dan mebel juga akan kami isi kembali. Tahun lalu sekolah ini termasuk yang cukup parah terdampak banjir, sehingga meja-meja belajar anak, banyak yang rusak,” tukas Rico.
Rico menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan akan melanjutkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan mebel agar peserta didik dapat belajar dengan lebih nyaman.
Menurutnya, revitalisasi SMPN 16 Medan merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan satuan pendidikan yang terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali menjadi ruang belajar yang aman, sehat, nyaman, serta mendukung proses pembelajaran.
Hal tersebut juga dirasakan langsung oleh guru PKN UPT SMPN 16 Medan, Patar Saputra Sihombing. Dia mengatakan banjir pada September 2025 menjadi pengalaman yang cukup berat bagi sekolah.
Sebab, ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter menyebabkan sejumlah fasilitas dan barang sekolah rusak.
“Awal mula terjadi banjir pada bulan September tahun lalu, tinggi air hampir lebih dari satu meter terendam banjir, jadi banyak yang terdampak. Kebetulan pada hari itu hari libur, sehingga banyak barang-barang yang terkena banjir dan hanya beberapa yang bisa diselamatkan,” ujar Patar.









