Kriris Air Bersih di Purwakarta Meluas hingga 55 Desa Imbas Kemarau

Kriris Air Bersih di Purwakarta Meluas hingga 55 Desa Imbas Kemarau

Nasional | inews | Senin, 14 September 2026 - 17:40
share

PURWAKARTA, iNews.id – Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memicu krisis air bersih yang semakin meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 55 desa dan kelurahan di 15 kecamatan kini mengandalkan bantuan pasokan air bersih dari pemerintah daerah. 

Kondisi memprihatinkan salah satunya terlihat di Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, Senin (14/9/2026). Warga dari berbagai usia berjejer mengantre membawa jerigen, galon, hingga ember untuk mendapatkan giliran distribusi air bersih dari armada tangki BPBD. 

Menurut penuturan warga setempat, krisis air bersih telah berlangsung selama kurun lima bulan terakhir. Sumur-sumur galian milik warga mengering total.

Untuk bertahan hidup, warga terpaksa mencari sumber air ke desa tetangga atau merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air bersih kemasan. 

"Sumur sudah kering lima bulan. Mau tidak mau harus cari air ke kampung sebelah. Bahkan kalau terdesak, kami beli air tandon seribu liter harganya sampai Rp80.000," ujar Mulyana, warga terdampak di Babakancikao, Senin (14/9/2026).

Kedatangan truk tangki BPBD menjadi angin segar yang sangat dinantikan masyarakat guna meringankan beban ekonomi harian. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan mengatakan, pemkab terus mengoptimalkan armada pengangkut air untuk menjangkau titik-titik krisis di 15 kecamatan.

Dalam sehari, BPBD mengalokasikan sekitar 10 hingga 15 meter kubik air bersih yang disalurkan secara bergilir.

BPBD Purwakarta memastikan pengiriman pasokan air bersih darurat akan terus digencarkan secara berkelanjutan hingga intensitas hujan kembali normal dan sumber air warga pulih.

Topik Menarik