Kronologi Penemuan Jaket Pelampung di Lokasi Pencarian Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak

Kronologi Penemuan Jaket Pelampung di Lokasi Pencarian Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak

Terkini | inews | Jum'at, 11 September 2026 - 06:15
share

JAKARTA, iNews.id - Tim SAR menemukan life jacket atau jaket pelampung saat mencari jurnalis iNews Yudistiro Pranoto dan 4 wartawan lain yang hilang kontak saat akan meliput Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Jaket pelampung ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian, Kamis (10/9/2026).

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan benda tersebut ditemukan KAL Anyer pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 15.10 WIB. Life jacket ditemukan pada koordinat 06°04’40” Lintang Selatan dan 105°45’17” Bujur Timur.

“Jadi pada posisi di lintang bujur 06 derajat, 04 menit 40 detik selatan dan 105 derajat 45 menit 17 detik timur pada pukul 15.10 WIB KAL Anyer melihat objek yang diduga sebagai life jacket,” ujar Wawan dalam konferensi pers, Kamis (10/9/2026).

Saat didekati, tim menemukan benda lain di sekitar life jacket. Benda tersebut berupa objek yang diduga pelampung dari botol berwarna putih.

“Setelah didekati objek tersebut diambil dan diangkat dan di sekitar objek tersebut ada pelampung dalam bentuk botol berwarna putih,” lanjut dia.

Wawan mengatakan lokasi penemuan berada sekitar 7,5 nautical mile dari suar Tanjung Cikoneng Anyar, Serang, Banten. Jika diukur dari Gunung Anak Krakatau, titik tersebut berjarak sekitar 20 nautical mile.

“Lokasi penemuan 7,5 nautical mile di sisi barat dari suar Tanjung Koneng Anyar atau kurang lebih kalau dari posisi Gunung Anak Krakatau itu di sisi timur laut dengan jarak kurang lebih 20 nautical mile,” lanjut dia.

Dua benda temuan tersebut kemudian dibawa ke Posko SAR Gabungan untuk menjalani identifikasi. Wawan menegaskan belum ada kepastian kedua benda tersebut berkaitan dengan delapan orang yang dicari.

“Kita tidak bisa menyampaikan, mengonfirmasi atau menyampaikan dari sisi gambar atau tampilan video (apakah sama dengan milik korban),” tegas dia.

Hasil identifikasi nantinya akan menentukan apakah benda tersebut dapat menjadi petunjuk baru dalam operasi pencarian. Jika terbukti milik korban, benda tersebut dapat membantu mengarahkan pencarian ke lokasi keberadaan mereka.

“Untuk petunjuk lokasi korban sampai saat ini masih menunggu hasil identifikasi (barang temuan), apabila itu benar berarti ada petunjuk keberadaan korban, tapi kalau bukan kita tentu tidak bisa menilai bahwa itu petunjuk,” tutup Wawan.

Topik Menarik