Iran Sita Kapal Selam Tanpa Awak AS di Selat Hormuz
TEHERAN, iNews.id - Iran menyita drone kapal selam militer Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz, Selasa (8/9/2026). Alat perang canggih bawah laut itu bisa memberi Iran pengetahuan baru mengenai teknologi yang digunakan guna mengantisipasi serangan.
Menurut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, drone kapal selam AS itu dicegat di pintu masuk Selat Hormuz. Kapal tersebut diketahui sebagai Dive-LD, kendaraan bawah air otonom biatan perusahaan pertahanan yang berbasis di California, Anduril.
“Kami menjebak salah satu kapal selam paling modern, cerdas, dan tak berawak milik pasukan teroris Amerika. Kapal selam ini dilengkapi dengan teknologi terbaru,” bunyi pernyataan Angkatan Laut IRGC.
Sementara itu berdasarkan keterangan Anduril, kapal selam sepanjang 5,8 meter itu bisa melakukan berbagai misi, termasuk penjinakan ranjau, pemetaan dasar laut, pengumpulan data intelijen, dan inspeksi infrastruktur bawah air seperti kabel dan pipa.
Seorang juru bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengatakan, drone bawah airnya mengalami kerusakan.
“Kapal selam tanpa awak itu sedang melakukan survei perairan regional untuk mendukung operasi yang sedang berlangsung. Itu adalah model lama yang tidak mengumpulkan data sensitif maupun membawa peralatan sonar atau radar rahasia,” kata juru bicara.
Anduril juga mengonfirmasi hilangnya salah satu drone kapal selam.
“Dive-LD adalah sistem otonom yang dapat dikorbankan, artinya dirancang sejak awal untuk beroperasi di lingkungan berbahaya di mana hilangnya armada merupakan kemungkinan yang sudah diantisipasi,” kata seorang juru bicara perusahaan.
Dive-LD dapat beroperasi hingga 10 hari tanpa kembali ke pangkalan dan dirancang untuk menyelam hingga kedalaman 6.000 meter. Harganya sekitar 2,5 juta dolar AS atau sekitar Rp44 miliar per unit.
Militer AS menggelontorkan dana besar untuk menciptakan sistem armada laut tanpa awak, termasuk kapal selam dan kapal permukaan. Mereka mencari cara yang lebih murah untuk memantau area laut yang luas, mengumpulkan data intelijen, serta melacak kapal permukaan dan kapal selam musuh.










