AHY Luruskan Pidato soal Kekuasaan Ada Batasnya: Khawatir Salah Tafsir

AHY Luruskan Pidato soal Kekuasaan Ada Batasnya: Khawatir Salah Tafsir

Terkini | inews | Rabu, 9 September 2026 - 20:31
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meluruskan pernyataan terkait kekuasan ada batasnya dalam pidato politiknya beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan pernyataan itu perlu diluruskan lantaran khawatir menimbulkan salah tafsir.

Dia menjelaskan, maksud pidato itu untuk meneguhkan kembali nilai perjuangan Partai Demokrat.

"Maksudnya sederhana, kami ingin menyemangati kader, kami ingin meneguhkan kembali nilai-nilai dan jati diri perjuangan Partai Demokrat, serta memastikan seluruh kader memahami tanggung jawab kita hari ini sebagai bagian dari pemerintahan," ujar AHY saat berpidato di acara puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).

"Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya mempertegas isi dari pidato politik tersebut, karena saya khawatir ada yang salah tafsir," tambahnya.

AHY menegaskan, Partai Demokrat ingin menyukseskan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Keberhasilan Pemerintahan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Posisi Demokrat jelas, posisi Demokrat jelas, kami ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berhasil. Tidak ada hal lain, selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan ini," tutur AHY.

"Karena ketika pemerintahan berhasil, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menciptakan lapangan pekerjaan, menjaga stabilitas, memperkuat ekonomi, dan membawa Indonesia semakin maju ke depan, yang berhasil bukan hanya presiden, bukan hanya kabinet, bukan hanya partai-partai yang berada dalam pemerintahan, tapi yang berhasil adalah kita semua, yang berhasil adalah Indonesia," ucap dia.

Sebelumnya, AHY menegaskan kekuasaan bukan sesuatu yang dimiliki seseorang untuk selamanya. Menurutnya, kekuasaan merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu.

“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY dalam pidato peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

AHY mengingatkan, kekuasaan dan jabatan memiliki batas waktu, sementara tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah berakhir.

“Para pejuang Demokrat di seluruh Tanah Air, kekuasaan datang dan pergi. Jabatan ada waktunya. Pemilu memiliki siklusnya. Tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai,” ujarnya.

Topik Menarik