Pepabri: Indonesia Tersendat Jadi Bangsa Besar karena Banyak Kegaduhan
JAKARTA, iNews.id - Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) menilai Indonesia masih tersendat untuk menjadi bangsa besar karena terlalu banyak kegaduhan yang dibuat sendiri. Padahal, Indonesia dinilai telah memiliki berbagai modal untuk menjadi negara besar.
Ketua Umum Pepabri Jenderal TNI (HOR) (Purn) Agum Gumelar mengatakan kegaduhan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia belum mampu melaju secara optimal.
"Mengapa kok untuk menjadi bangsa yang besar ini kok tersendat-sendat? Mengapa? A very big question mark, mengapa? Jawabannya adalah karena terlalu banyak kegaduhan-kegaduhan yang kita buat sendiri, itu jawabannya," kata Agum, Selasa (8/9/2026).
Agum menegaskan tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak menjadi bangsa besar. Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari posisi geografis, jumlah penduduk, hingga kekayaan alam.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang dari Aceh hingga Papua serta berada di antara dua benua dan dua samudera. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki posisi geografis yang strategis.
Dari sisi demografi, Indonesia juga termasuk negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia dan tengah menikmati bonus demografi. Selain itu, kekayaan alam yang melimpah menjadi modal penting untuk mendorong Indonesia menjadi bangsa besar.
"Secara kekayaan alam, hei, udahlah. Gak usah diragukan, kekayaan alam kita ini melimpah. Negara-negara lain itu hijau matanya lihat kekayaan alam kita. Jadi tidak ada alasan buat bangsa ini untuk tidak menjadi bangsa yang besar," tuturnya.
Dengan berbagai modal tersebut, Agum mengatakan Pepabri memiliki tanggung jawab untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Dia berharap Pepabri bersama organisasi purnawirawan lainnya dapat membantu meminimalisasi kegaduhan sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.
"Jadi tugas Pepabri, seluruh anggota Pepabri. Kita harapkan dengan rekan-rekan dari PPAD, PPAL, PPAU, PPPOLRI, Legiun Veteran adalah harus menjadi garda paling depan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Agum.
"Untuk bisa meminimalisir kegaduhan ini. Mungkin menghilangkan kegaduhan mungkin sulit. Tapi meminimalisir kegaduhan ini. Agar supaya pembangunan untuk menjadi bangsa yang maju, besar ini bisa berjalan sebagaimana mestinya, harapan rakyat," sambungnya.
Agum menegaskan, menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa bukan berarti Pepabri tidak boleh menyampaikan pandangan maupun masukan kepada pemerintah.
Menurutnya, kritik tetap diperlukan dan dapat disampaikan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang elegan serta tidak memicu kegaduhan.
"Jadi jangan dikira kita tidak berani untuk menyampaikan pandangan, masukan. Kita sampaikan, tetapi ya tentunya dengan cara-cara yang jangan mengundang kegaduhan. Cara-cara yang elegan, penuh etika, norma itu saya rasa," tandasnya.










