Viral Ferry Irwandi Bikin Patungan untuk Hutan, Donasi Sudah Terkumpul Rp6,2 Miliar!
JAKARTA, iNews.id - Kampanye Patungan untuk Hutan yang digagas figur publik Ferry Irwandi di platform Kitabisa mendapat perhatian luas masyarakat. Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 13.25 WIB, donasi yang terkumpul tercatat mencapai Rp6.296.796.983.
Kampanye tersebut dibuat sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam upaya perlindungan dan pemulihan hutan di Indonesia, khususnya di tengah kembali terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Melalui unggahannya, Ferry menyoroti dampak karhutla yang tidak hanya berhenti pada kawasan hutan yang terbakar. Asap dari kebakaran dapat masuk ke permukiman, mengganggu kualitas udara, menghilangkan habitat satwa, hingga mengancam sumber air dan kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
"Ketika api datang, yang terdampak bukan hanya hamparan hutan yang terbakar. Asap masuk ke rumah-rumah, udara menjadi sulit dihirup, habitat satwa hilang, sumber air dan kehidupan masyarakat sekitar ikut terancam," tulis Ferry dalam keterangannya mengenai kampanye tersebut, dikutip Selasa (8/9/2026).
Menurut Ferry, persoalan karhutla juga tidak selesai ketika api berhasil dipadamkan. Kawasan yang terbakar membutuhkan proses pemulihan dalam jangka panjang.
"Dan bahkan setelah api berhasil dipadamkan, pekerjaan untuk memulihkan apa yang terbakar masih sangat panjang," lanjutnya.
Patungan untuk Hutan Tak Hanya Fokus Memadamkan Api
Ferry menjelaskan, Patungan untuk Hutan dirancang untuk mempertemukan dukungan masyarakat dengan kelompok masyarakat, yayasan, dan organisasi lingkungan yang selama ini bekerja langsung di lapangan.
Gerakan tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu ketika kebakaran sudah terjadi. Dukungan yang terkumpul juga akan digunakan untuk berbagai upaya pencegahan dan pemulihan.
"Karena itu, respons terhadap karhutla tidak bisa berhenti ketika api padam. Kita perlu ikut menjaga wilayah yang masih tersisa, memperkuat pencegahan kebakaran, memulihkan kawasan yang rusak, dan memastikan masyarakat yang hidup paling dekat dengan hutan punya dukungan untuk terus menjaganya," jelas Ferry.
Menurut dia, di berbagai daerah sebenarnya sudah terdapat organisasi dan kelompok masyarakat yang selama bertahun-tahun menjalankan kerja konservasi, restorasi ekosistem, perlindungan satwa, pendampingan masyarakat, hingga membangun sistem pencegahan kebakaran di tingkat lokal.
Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang disebut Ferry memiliki banyak pihak yang telah lama bergerak dalam upaya menjaga hutan dan ekosistemnya.
"Mereka bukan pihak yang baru bergerak ketika kebakaran terjadi," tegas Ferry.
Ada 3 Fokus Utama
Dalam kampanye tersebut, Ferry menjelaskan terdapat tiga fokus utama yang menjadi sasaran Patungan untuk Hutan, yakni mitigasi, respons kedaruratan, dan restorasi.
1. Mitigasi
Mitigasi ditujukan untuk mencegah sekaligus mengurangi risiko kebakaran sejak awal.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan kesiapsiagaan masyarakat, perlindungan kawasan yang rentan terbakar, edukasi, pemantauan, serta berbagai langkah pencegahan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
2. Respons Kedaruratan
Fokus kedua adalah membantu ketika kebakaran terjadi.
Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Perangkat Digital untuk Perkuat Pendidikan di Pulau Miangas
Dukungan dapat diarahkan untuk penanganan kondisi darurat, bantuan bagi masyarakat terdampak, hingga kebutuhan respons cepat lainnya sesuai situasi di masing-masing wilayah.
3. Restorasi
Setelah kebakaran berlalu, pekerjaan belum selesai. Fokus ketiga adalah pemulihan kawasan yang terdampak.
Restorasi mencakup pemulihan ekosistem, penanaman kembali, perlindungan habitat, serta dukungan jangka menengah dan panjang agar kawasan yang rusak dapat kembali pulih.
Donasi Tembus Rp6,2 Miliar
Antusiasme masyarakat terhadap kampanye tersebut terlihat dari jumlah donasi yang terus terkumpul.
Hingga Selasa, 8 September 2026 pukul 13.25 WIB, total donasi Patungan untuk Hutan telah mencapai Rp6.296.796.983.
Ferry mengatakan, dana tersebut nantinya akan melibatkan organisasi lokal, yayasan lingkungan, dan kelompok masyarakat yang telah memiliki pengalaman dalam menjaga hutan di wilayah masing-masing.
Menurut dia, keberadaan kelompok-kelompok tersebut penting karena mereka telah memahami kondisi lapangan dan memiliki pengalaman dalam perlindungan hutan, satwa, pencegahan kebakaran, penanganan keadaan darurat, hingga pemulihan ekosistem.
Ferry juga mengingatkan bahwa perlindungan hutan merupakan pekerjaan panjang yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak.
"Ketiga proses ini adalah fase yang panjang, dan semuanya membutuhkan kerja bersama," ujarnya.
Kampanye ini bukan kali pertama Ferry mengajak masyarakat melakukan aksi patungan untuk isu kemanusiaan dan lingkungan. Dia menyinggung keberhasilan penggalangan dana sebelumnya yang mengumpulkan Rp10,3 miliar untuk Sumatera dan Rp8 miliar untuk Flores.
"Kali ini mari kita lakukan sebaik-baiknya untuk hutan, khususnya Kalimantan dan berbagai wilayah Indonesia lainnya," kata Ferry.










