DPR Minta Kemendikdasmen Tegur Sekolah Tak PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

DPR Minta Kemendikdasmen Tegur Sekolah Tak PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Terkini | inews | Senin, 7 September 2026 - 18:42
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegur sekolah yang tidak menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kemendikdasmen perlu meminta penjelasan kepada sekolah yang tidak menerapkan PJJ. 

Namun, dia mengatakan kebijakan tersebut dapat disesuaikan apabila sekolah berada di wilayah yang tidak terdampak abu vulkanik.

“Kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menegur. Kemudian yang kedua, tentu harus menanyakan alasannya apa, dan memang ternyata sekolah tersebut jauh dari paparan abu vulkanik, ya silakan saja,” ujar Lalu saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, PJJ perlu diterapkan di sekolah atau satuan pendidikan yang wilayahnya terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Hal itu dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan siswa maupun guru tetap menjadi prioritas.

“Yang penting itu tadi, garis besarnya adalah kesehatan dan keselamatan siswa-siswi, keselamatan guru-guru, keselamatan seluruh keluarga besar sekolah menjadi prioritas utama. PJJ bukan berarti tidak belajar. PJJ juga bisa dilaksanakan dan sangat efektif sekali,” ucap dia.

Lalu juga mengingatkan sekolah agar sejalan dengan keputusan pemerintah daerah (pemda). Menurutnya, koordinasi antara sekolah dan pemda diperlukan untuk memastikan langkah mitigasi berjalan dengan baik selama aktivitas Gunung Anak Krakatau berlangsung.

Politisi Fraksi PKB itu meyakini sekolah yang terdampak mampu menerapkan PJJ secara efektif. Menurutnya, kemampuan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh telah teruji ketika menghadapi pandemi Covid-19.

“Jangan sampai hanya gara-gara bencana yang terus menimpa negeri kita, daerah-daerah kita, proses belajar mengajar bisa terhenti. PJJ merupakan salah satu alternatif agar proses belajar mengajar ini tidak terhenti, belajar mengajar ini berjalan dengan baik, sehingga anak-anak kita tetap bisa menimba ilmu walaupun melalui pembelajaran PJJ,” tuturnya.

“Kita sudah punya pengalaman di Covid-19 kemarin dan alhamdulillah tidak ada angka keterlambatan di dalam menyerap proses belajar mengajar tersebut,” pungkas Lalu.

Topik Menarik