Karhutla di Gunung Tembok Jember, Kobaran Api Nyaris Merambat ke Permukiman Warga

Karhutla di Gunung Tembok Jember, Kobaran Api Nyaris Merambat ke Permukiman Warga

Nasional | inews | Senin, 7 September 2026 - 14:59
share

JEMBER, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Gunung Tembok, Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kobaran api mendekati permukiman hingga membuat warga panik.

Api yang membakar kawasan pegunungan tersebut bahkan hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah warga. Kebakaran terlihat membara dari bagian puncak hingga lereng bawah Gunung Tembok.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jember langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran. Dua armada pemadam dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan.

Petugas menghadapi kendala karena kondisi medan pegunungan yang sulit dijangkau. Tidak semua titik api dapat langsung dipadamkan menggunakan selang dari mobil pemadam.

Untuk mengatasi kebakaran, petugas menggunakan dua metode pemadaman. Api yang masih berada di area yang dapat dijangkau dipadamkan menggunakan armada Damkar, sementara titik api di bagian atas gunung dilakukan secara manual dengan cara gepyok.

Danru Damkar Jember, Syamsul mengatakan, petugas membutuhkan waktu lebih dari 5 jam untuk memastikan api berhasil dipadamkan. Proses pemadaman berlangsung lama karena kondisi medan yang terjal serta sulitnya mendapatkan sumber air.

"Kendalanya, itu kan gunung kami kesulitan cari air karena lagi kemarau juga," ujarnya, Senin (7/9/2026).

Selain medan yang sulit, kondisi vegetasi yang kering akibat musim kemarau membuat api lebih cepat menyebar. Luasan area yang terbakar juga cukup besar hingga mencapai bagian puncak gunung.

"Luas banget yang terbakar, keliling sampai pucuk," katanya.

Dugaan sementara, kebakaran Gunung Tembok dipicu oleh kondisi cuaca panas yang membuat dedaunan kering mudah terbakar. Beruntung, petugas berhasil mengendalikan api sebelum menjalar ke rumah-rumah warga.

Petugas Damkar Jember juga memastikan tidak ada lagi titik api yang kembali muncul. Namun, warga tetap diminta waspada mengingat kondisi lahan masih kering selama musim kemarau.

Topik Menarik