SPBU Diserbu Warga, Antrean BBM di Jalur Pantura Situbondo Mengular hingga 2 Km
SITUBONDO, iNews.id - Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengular hingga 2 kilometer di jalur pantura Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Hal ini terjadi akibat keterlambatan pasokan BBM dari Banyuwangi karena kemacetan panjang kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.
Antrean BBM kendaraan tersebut terlihat memenuhi jalur Pantura Banyuglugur, Situbondo. Deretan kendaraan didominasi truk kontainer yang memenuhi dua sisi jalan hingga membuat arus lalu lintas terganggu.
Panjang antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM bersubsidi ini membentang dari area SPBU Banyuglugur hingga depan Polsek Banyuglugur. Warga harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan bahan bakar.
Kondisi tersebut terjadi karena pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Situbondo mengalami keterlambatan. Distribusi BBM terkendala akibat kemacetan kendaraan yang mengarah ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Detik-Detik Balita 4 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Kapolsek di Bone, Terseret hingga 15 Meter
Kemacetan panjang terjadi karena adanya perbaikan dermaga di Pelabuhan Ketapang. Dampaknya, kendaraan yang hendak menuju penyeberangan harus mengantre panjang sehingga menghambat distribusi sejumlah kebutuhan, termasuk BBM.
Sejumlah jenis BBM seperti Pertalite, Biosolar, dan Pertamax sempat sulit didapatkan warga Situbondo. Antrean kendaraan juga terlihat di SPBU Panji, Situbondo, dengan panjang antrean mencapai sekitar 50 meter hingga keluar area SPBU.
Meski terjadi antrean panjang, warga menyebut kondisi tersebut bukan karena BBM mengalami kelangkaan. Mereka hanya harus menunggu lebih lama karena jumlah kendaraan yang mengantre meningkat.
"Bukan langka tapi harus bersabar karena banyak yang mengantre," ujar Badriyah, salah satu pembeli BBM, Senin (7/9/2026).
Hingga Senin siang, warga masih terlihat mengantre untuk mendapatkan BBM. Masyarakat berharap distribusi bahan bakar segera kembali normal agar antrean panjang di sejumlah SPBU Situbondo dapat segera terurai.










