Prabowo-Putin Bahas Investasi Besar, dari Pupuk hingga Kapal Canggih dan Mutakhir

Prabowo-Putin Bahas Investasi Besar, dari Pupuk hingga Kapal Canggih dan Mutakhir

Terkini | inews | Jum'at, 4 September 2026 - 20:26
share

JAKARTA, iNews.id – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis (3/9/2026), membahas sejumlah peluang konkret untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Rusia.

Kerja sama yang dijajaki mencakup sektor pertanian, energi, sumber daya mineral, pertahanan, investasi, hingga perkapalan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan penjajakan tersebut menjadi salah satu tindak lanjut konkret penguatan kemitraan strategis kedua negara.

“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan dalam keterangannya, dikutip Jumat (4/9/2026).

Menurut Rosan, kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia yang terus meningkat membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas investasi ke luar negeri. Kerja sama dengan Rusia diharapkan turut memperkuat ketahanan bahan baku dan industri nasional.

“Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” tuturnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menambahkan, penandatanganan nota kesepahaman studi bersama tersebut sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia berperan memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi global.

Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik juga menjadi pertimbangan strategis. Sebab, kawasan tersebut selama ini merupakan salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” kata Rahmad.

Selain sektor pupuk, Rosan mengungkapkan adanya peluang kerja sama di bidang perkapalan. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.

“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan.

Menindaklanjuti tawaran tersebut, Presiden Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari teknologi serta potensi pemanfaatan kapal tersebut bagi Indonesia.

Rosan juga menyoroti rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia. Kerja sama tersebut diharapkan semakin membuka ruang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Rusia.

Terlebih, perdagangan Indonesia-Rusia tercatat meningkat lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya.

“Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara,” tuturnya.

Topik Menarik