Wamenkes Ungkap Data Mengejutkan, 14,8 Persen Perempuan Alami Gangguan Kesehatan Jiwa

Wamenkes Ungkap Data Mengejutkan, 14,8 Persen Perempuan Alami Gangguan Kesehatan Jiwa

Terkini | inews | Jum'at, 4 September 2026 - 16:38
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkap data gangguan kesehatan jiwa di Indonesia yang menunjukkan perempuan sedikit lebih banyak mengalami masalah kejiwaan dibandingkan laki-laki. Berdasarkan data nasional dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 14,8 persen perempuan mengalami gangguan kesehatan jiwa, sedangkan laki-laki berada di kisaran 13 persen.

Dante menyampaikan data tersebut dalam Temu Media di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat, Jumat (4/9/2026). Dia menilai persoalan kesehatan mental masih kerap dinomorduakan dibandingkan kesehatan fisik, padahal masalah kejiwaan dapat dialami siapa saja.

“Bagaimana Pentingnya kesehatan mental itu kadang-kadang dinomor duakan dibandingkan dengan kesehatan fisik,” kata Dante.

Menurut Dante, gangguan kesehatan jiwa sering kali tidak terlihat secara fisik. Seseorang dapat tampak sehat dari luar, tetapi sebenarnya sedang menghadapi persoalan mental yang membutuhkan perhatian dan penanganan.

“Teman-teman lihat orang sebenarnya kelihatan sehat tapi sebetulnya kalau kita evaluasi dia punya masalah. Nggak kelihatan secara fisik, tapi secara mental dia punya masalah. Nah, ini banyak sekali di terjadi di tempat di lingkungan kita sehari-hari,” ujarnya.

Dante menjelaskan, gangguan kesehatan jiwa tidak hanya dialami kelompok tertentu. Masalah tersebut dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa muda, dewasa hingga lansia.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, proporsi masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan pada berbagai kelompok usia berada di kisaran 10 hingga 17 persen dari populasi. Kondisi ini menunjukkan persoalan kesehatan mental menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.

“Di tempat kita, berdasarkan data yang sudah kita lihat dan di WHO, itu perempuan sedikit lebih banyak, 14,8. Laki-laki yang mengalami kelainan jiwa itu sekitar 13 koma sekian. Dan grafik yang warna hijau itu menunjukkan kelompok usia: anak, remaja, dewasa muda, dewasa, dan lansia. Kurang lebih angkanya sekitar 10 sampai 17 persen dari populasi itu kalau dibagi kelompok usia mengalami kelainan kejiwaan,” katanya.

Selain itu, Dante menyebut sekitar satu dari tujuh orang di dunia hidup dengan gangguan kejiwaan. Angka tersebut lebih besar dibandingkan diabetes yang berada di kisaran satu dari delapan orang.

Menurut dia, tingginya angka tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk memperkuat perhatian terhadap kesehatan mental. Deteksi gangguan kejiwaan sejak dini menjadi salah satu langkah yang terus didorong.

Penanganan lebih awal diharapkan dapat mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat. Upaya tersebut juga penting untuk meminimalkan risiko percobaan bunuh diri serta meningkatkan kualitas hidup penderita.

Pemerintah juga terus mendorong evaluasi layanan kesehatan jiwa agar penanganannya dapat menjangkau berbagai sektor. Dengan demikian, persoalan kesehatan mental diharapkan tidak lagi dipandang sebelah mata dan mendapat perhatian yang setara dengan kesehatan fisik.

Topik Menarik