Karhutla Semeru Hari ke-9, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Lereng Gunung
LUMAJANG, iNews.id - Polisi menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Namun, proses penyelidikan masih terkendala karena sejumlah titik api belum sepenuhnya padam dan kondisi medan sulit dijangkau.
Memasuki hari kesembilan, kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih terus ditangani petugas gabungan. Upaya pemadaman dilakukan untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke kawasan hutan lainnya.
Kondisi medan yang terjal dan berbukit menjadi salah satu kendala utama dalam proses penanganan. Petugas masih mengandalkan pemadaman melalui jalur darat karena beberapa titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau.
Di tengah upaya pemadaman, kepolisian mulai mengumpulkan informasi terkait penyebab kebakaran. Petugas melakukan pemeriksaan awal terhadap lokasi terdampak untuk mencari kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia maupun unsur lainnya.
Modus Licik Pilot Malaysia Selundupkan Ekstasi ke Indonesia, Kelabui Tes Narkoba dengan Urine Bersih
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, hingga kini belum ditemukan indikasi adanya tindak pidana dalam kejadian tersebut. Namun, penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan.
"Tapi sampai saat ini belum ditemukan adanya dugaan tindak pidana pembakaran, namun setelah api padam biasanya kita melakukan laboratorium forensik bersama teman-teman Inafis di mana titik rawan yang diduga human eror ataupun tindak pidana pembakaran," ujar AKBP Riki, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, proses pemeriksaan secara menyeluruh membutuhkan kondisi lokasi yang aman agar petugas dapat melakukan olah tempat kejadian secara maksimal.
Sementara itu, upaya pemadaman melalui udara kembali dilakukan setelah satu unit helikopter milik BPBD Jatim kembali dioperasikan untuk membantu penanganan kebakaran di kawasan Gunung Semeru. Helikopter tersebut digunakan untuk melakukan pengeboman air atau water bombing, terutama pada titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Sebelumnya, helikopter sempat dialihkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan.
Hingga kini, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api sekaligus memantau di sejumlah lokasi. Penyekatan juga terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyebar.
Polisi memastikan penyelidikan penyebab karhutla akan terus berjalan setelah kondisi lapangan memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.









