Drone Rusia Gentayangan di Negara-Negara Eropa, Uni Eropa Siapkan Sanksi Baru

Drone Rusia Gentayangan di Negara-Negara Eropa, Uni Eropa Siapkan Sanksi Baru

Terkini | inews | Kamis, 3 September 2026 - 06:36
share

BRUSSELS, iNews.id - Drone-drone Rusia disebut semakin sering melintasi wilayah udara NATO di sayap timur Eropa. Situasi ini memicu kekhawatiran negara-negara Eropa dan mendorong Uni Eropa menyiapkan sanksi baru untuk menekan Moskow.

Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan, Uni Eropa dan NATO akan meningkatkan tekanan terhadap Rusia, termasuk melalui sanksi, setelah serangan drone di Bandara Leipzig/Halle, Jerman. Menurut dia, Rusia semakin menunjukkan sikap ceroboh melalui berbagai aktivitas yang dinilai sebagai serangan hibrida.

Para pekerja bandara pada bulan lalu menemukan sebuah drone yang masih membawa bahan peledak lengkap dengan detonator di Bandara Leipzig/Halle. Bandara tersebut merupakan pusat logistik kargo sipil sekaligus memiliki peran penting bagi NATO di Jerman timur.

Bandara itu juga menjadi pangkalan bagi sejumlah pesawat kargo Antonov An-124 milik Ukraina. Jerman menuding Rusia berada di balik serangan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari perang hibrida untuk mengintimidasi serta memecah negara-negara Eropa yang mendukung Ukraina.

Namun, Rusia membantah terlibat dalam insiden drone yang memasuki wilayah NATO. Moskow menyebut tuduhan Berlin tersebut sebagai tindakan anti-Rusia.

“Eropa dan NATO tidak hanya akan mempertahankan tekanan terhadap Rusia, kami akan meningkatkannya, dan kami tidak akan berhenti, sampai Rusia berhenti mengebom dan membunuh anak-anak, laki-laki, dan perempuan tidak bersalah di Ukraina,” kata von der Leyen, setelah bertemu Sekjen NATO Mark Rutte, seperti dikutip Reuters, Kamis (3/9/2026).

Von der Leyen menambahkan, warga Eropa kini menghadapi kenyataan pahit karena serangan hibrida mulai terlihat seperti sebuah kenormalan baru.

Lebih Banyak Drone dan Rudal Rusia

Sekjen NATO Mark Rutte mengungkapkan semakin banyak drone dan rudal Rusia yang melintasi wilayah udara negara-negara NATO di sayap timur Eropa.

Selain pelanggaran wilayah udara, Rutte juga menyoroti peningkatan aktivitas kriminal yang diduga berkaitan dengan perang hibrida, termasuk insiden di Leipzig.

"Jika Rusia mengira kita akan terpecah belah oleh ancaman ini, atau mengira kita menjadi terhalangi untuk mendukung Ukraina, mereka salah," ujar Rutte.

Situasi tersebut membuat negara-negara Eropa meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perluasan konflik Rusia-Ukraina ke wilayah NATO. Ancaman tidak hanya datang dalam bentuk serangan militer konvensional, tetapi juga melalui drone, sabotase, dan berbagai aktivitas yang dikategorikan sebagai perang hibrida.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan, blok tersebut sedang membahas sanksi baru yang menyasar kompleks militer Rusia.

Menteri Luar Negeri Prancis juga menyerukan tindakan lebih tegas dengan menargetkan sektor energi Rusia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Eropa untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Moskow.

Topik Menarik