Taktik Baru Iran Kuras Amunisi AS: 1 Rudal Balistik Dicegat 4 Patriot

Taktik Baru Iran Kuras Amunisi AS: 1 Rudal Balistik Dicegat 4 Patriot

Terkini | inews | Kamis, 3 September 2026 - 07:21
share

WASHINGTON, iNews.id - Militer Iran disebut menerapkan taktik baru dalam menghadapi serangan balik Amerika Serikat (AS), yakni memaksa pertahanan udara lawan menghabiskan sebanyak mungkin rudal pencegat. Dalam satu serangan, AS dilaporkan menembakkan sekitar empat rudal Patriot hanya untuk mencegat satu rudal balistik Iran.

Taktik tersebut terlihat saat Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania pada Senin (31/8/2026) dini hari. Militer AS dilaporkan menembakkan lebih dari 80 rudal Patriot hanya untuk menghadapi satu gelombang serangan rudal Iran.

Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 10 persen persediaan rudal Patriot AS di kawasan, menurut laporan majalah militer Military Watch yang mengutip sumber pejabat AS.

Dengan demikian, untuk menghadapi satu rudal balistik Iran, pasukan AS disebut meluncurkan sekitar empat rudal pencegat Patriot yang dikirim dari Ansbach, Jerman. Kondisi ini membuat setiap serangan Iran berpotensi menguras stok amunisi pertahanan udara AS meskipun seluruh rudal Iran berhasil dicegat.

Iran tampaknya juga tidak mengandalkan kemampuan rudalnya untuk menghancurkan target militer. Serangan dilakukan untuk memaksa sistem pertahanan udara AS terus bekerja dan menghabiskan persediaan rudal pencegat.

Dengan strategi tersebut, bahkan rudal Iran yang gagal mencapai sasaran tetap dapat memberikan tekanan terhadap pertahanan AS. Setiap intersepsi berarti satu atau lebih amunisi pertahanan harus digunakan untuk menghadapinya.

Persoalan stok rudal pencegat AS sebenarnya telah menjadi perhatian sejak awal perang. Dalam lima hari pertama perang yang dimulai pada 28 Februari, AS dilaporkan menembakkan lebih dari 800 rudal pencegat untuk menghadapi serangan balasan Iran.

Kondisi itu kemudian semakin mengkhawatirkan. Pada Juli, muncul laporan bahwa persediaan rudal pencegat AS telah berkurang menjadi sekitar 25 persen dari level yang dianggap penting oleh Departemen Pertahanan.

Menipisnya persediaan membuat Washington harus mencari tambahan rudal dari luar negeri. AS juga dilaporkan menghentikan atau mengurangi pasokan kepada sejumlah negara sekutu serta memindahkan sistem pertahanan udara dari kawasan lain untuk memperkuat pertahanan di wilayah yang menghadapi ancaman Iran.

Serangan terbaru di Yordania kembali menunjukkan tantangan tersebut. Iran tidak harus menghancurkan seluruh sistem pertahanan udara AS untuk memberikan tekanan strategis. 

Dengan meluncurkan rudal dalam jumlah tertentu dan memaksa lawan menggunakan beberapa pencegat untuk setiap target, persediaan amunisi pertahanan AS dapat terus terkikis.

Topik Menarik