Transjakarta Kepulauan Seribu Ditargetkan Beroperasi Juni 2027, Hubungkan Pulau-Pulau

Transjakarta Kepulauan Seribu Ditargetkan Beroperasi Juni 2027, Hubungkan Pulau-Pulau

Terkini | inews | Rabu, 2 September 2026 - 21:46
share

JAKARTA, iNews.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta menargetkan pengelolaan angkutan laut di Kepulauan Seribu mulai dialihkan kepada PT Transjakarta pada Juni 2027. Langkah tersebut disiapkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah kepulauan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, kondisi angkutan perairan di Kepulauan Seribu saat ini masih belum optimal. Kondisi tersebut dinilai turut berdampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"Ke depan, Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi sistem transportasinya saat ini masih berorientasi sebagai angkutan dasar masyarakat," ujar Budi saat rapat bersama Komisi B DPRD Jakarta, dikutip dari keterangan Pemerintah Provinsi Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Budi menyebut, sebagian besar pergerakan di Kepulauan Seribu masih mengandalkan kapal tradisional yang standar kenyamanan dan keselamatannya belum seragam. Bahkan, sepanjang 2026 telah terjadi tujuh kecelakaan yang melibatkan kapal tradisional.

Menurut Budi, sejumlah kapal belum memenuhi standar keselamatan pelayaran dan kerap beroperasi melebihi kapasitas. Kesadaran masyarakat untuk menggunakan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung, juga masih rendah.

Karena itu, Pemerintah Jakarta menilai diperlukan sistem transportasi laut yang lebih baik, aman, nyaman dan terintegrasi. Pengelolaan oleh Transjakarta diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi antara Kepulauan Seribu dengan wilayah Jakarta lainnya.

Sementar Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan pihaknya menargetkan proses transisi penugasan pengelolaan transportasi laut dapat dilakukan dalam waktu sekitar satu tahun. Operasional layanan ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2027.

Welfizon menerangkan, Transjakarta telah melakukan sejumlah persiapan, termasuk mengunjungi lima pulau, yakni Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa dan Pulau Harapan.

Dari kunjungan tersebut, Transjakarta menghimpun berbagai aspirasi masyarakat. Aspirasi itu meliputi peningkatan cakupan dan frekuensi layanan, konektivitas antarpulau, kemudahan pembelian tiket, peningkatan standar keselamatan, hingga tata kelola usaha kapal tradisional.

"Kami juga kemarin bertemu dengan operator ataupun pengusaha-pengusaha kapal tradisional. Harapan mereka adalah, berkaca dengan sistem yang ada di darat, ada peluang kerja sama dengan pelaku usaha kapal tradisional untuk bisa menjadi operator," kata Welfizon.

Pada tahap awal, Transjakarta akan mengoptimalkan aset yang dimiliki Dishub Jakarta, termasuk kapal, dermaga dan fasilitas pelabuhan. Pembenahan sistem ticketing dan teknologi layanan juga akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Untuk pengembangan jangka panjang, Transjakarta mempertimbangkan pola hub and spoke. Dalam skema tersebut, kapal berkapasitas besar melayani rute utama dari Jakarta menuju pulau tertentu, kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal pengumpan menuju pulau-pulau lainnya.

Menurut Welfizon, pengembangan layanan nantinya tidak hanya menyasar mobilitas penumpang, tetapi juga logistik dan pariwisata. Transjakarta juga akan mengeksplorasi bisnis pendukung di luar pendapatan tiket, seperti kepelabuhanan, logistik dan pariwisata.

Topik Menarik