Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi, Siswa di Nganjuk hingga Minahasa Jalani MPLS
JAKARTA, iNews.id - Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Siswa di Nganjuk, Cikarang, dan Minahasa, Sulawesi Utara, mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (31/8/2026).
Dimulainya MPLS menandai operasional Sekolah Rakyat setelah fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah selesai dibangun. Sekolah berbasis asrama ini tidak hanya menjalankan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menerapkan pembinaan kemandirian, kedisiplinan, dan karakter peserta didik.
Di Nganjuk, sebanyak 200 siswa yang terdaftar mulai menempati asrama dan mengikuti MPLS. Sekolah tersebut menyediakan pendidikan untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Selama MPLS, siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah sekaligus dibiasakan menjalankan tujuh kebiasaan positif. Rutinitas tersebut mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, sarapan, belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.
Kegiatan serupa berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat. Ratusan peserta didik mulai beradaptasi dengan pola kehidupan sekolah berasrama.
Aktivitas siswa tidak terbatas pada pembelajaran di kelas. Mereka juga menjalani kegiatan yang melatih kemandirian dan kedisiplinan, mulai dari menata tempat tidur, mencuci, menyetrika, bangun pagi, berolahraga, hingga mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan belajar.
Di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Utara juga menggelar MPLS pada Senin (31/8/2026).
Salah satu perusahaan yang terlibat dalam pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat adalah PT Brantas Abipraya (Persero). Pihaknya menilai dimulainya MPLS menjadi penanda fasilitas pendidikan yang dibangun mulai digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi BUMN konstruksi dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
“Bagi Brantas Abipraya, keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari selesainya bangunan, tetapi ketika fasilitas tersebut benar-benar hidup, digunakan, dan memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia. Dimulainya MPLS di berbagai daerah menjadi momentum bahwa infrastruktur yang kami bangun kini telah bertransformasi menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan,” ujar Dian.
Menurut Dian, konsep pendidikan yang menggabungkan fasilitas sekolah dan asrama memiliki nilai strategis. Pembentukan peserta didik dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dengan memperhatikan aspek akademik, kemandirian, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta karakter.
“Kami percaya bahwa infrastruktur pendidikan yang berkualitas harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung pembentukan karakter. Karena itu, kami tidak hanya fokus memastikan pembangunan memenuhi standar mutu dan ketepatan waktu, tetapi juga memastikan setiap fasilitas dapat berfungsi secara optimal ketika digunakan oleh para siswa,” lanjut Dian.
Brantas Abipraya sebelumnya mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah untuk memastikan fasilitas siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. Pelaksanaan pembangunan mencakup pengawasan teknis, pengendalian mutu, manajemen proyek, serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Di Kabupaten Bekasi, Brantas Abipraya mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat. Proyek tersebut dipercepat penyelesaiannya sebelum tahun ajaran baru untuk memastikan sarana dan prasarana pendidikan siap digunakan.
Sementara di Minahasa, Brantas Abipraya juga mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Remboken. Proyek tersebut sebelumnya mendapat perhatian pemerintah pusat melalui peninjauan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Sekolah Rakyat diharap jadi upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini menerapkan pendekatan pendidikan terintegrasi dan sistem asrama untuk memberikan dukungan pembelajaran sekaligus pembinaan karakter dan kemandirian.










