Balas Dendam! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di 3 Negara Timur Tengah Sekaligus

Balas Dendam! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di 3 Negara Timur Tengah Sekaligus

Berita Utama | inews | Rabu, 2 September 2026 - 08:14
share

TEHERAN, iNews.id - Iran mengamuk, membalas serangan militer Amerika Serikat (AS) dengan menyerang pangkalan militernya di beberapa negara Timur Tengah sekaligus, Rabu (2/9/2026) dini hari.

Sebelumnya Trump mengumumkan serangan besar-besaran AS ke beberapa target di Selat Hormuz. Dia mengancam akan menyerang Iran lebih dahsyat lagi jika membalas gempuran tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan serangan terhadap pangkalan Marinir AS di Yordania yang dikenal sebagai Camp Titin. Mereka mengeklaim, sejumlah tentara AS tewas dalam serangan ke Camp Titin.

Dalam pernyataan terpisah, IRGC juga mengungkap serangan rudal balistik berat menargetkan hanggar tempat penyimpanan drone jarak jauh RQ-4 dan MQ-9 AS di Pangkalan Udara Prince Hassan, Yordania.

Mereka mengeklaim serangan itu menghancurkan beberapa drone serta menewaskan beberapa pilot dan teknisi AS. Serangan itu juga disebut menghancurkan sejumlah fasilitas militer AS.

IRGC menyatakan serangan rudal balistik tersebut dilakukan sebagai pembalasan atas gempuran AS terhadap sebuah kediaman yang melangsungkan pesta pernikahan di Kota Sirik, Hormozgan, Iran.

Selanjutnya, Angkatan Darat Iran mengumumkan serangan drone menargetkan fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain.

Departemen Hubungan Masyarakat Angkatan Darat menyatakan, serangan tersebut merupakan bagian dari tahap ke-29 Operasi Saeeqah.

Militer Iran menargetkan instalasi radar dan pusat konsentrasi pasukan AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa melalui serangan drone besar-besaran.

Otoritas Iran menyebut Sheikh Isa sebagai fasilitas militer AS yang vital di Teluk Persia. Pangkalan tersebut digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan helikopter serta komponen drone, sekaligus menjadi pangkalan bagi pesawat pengintai.

Belum selesai, Iran melanjutkan serangannya dengan membombardir pangkalan militer AS di Kuwait.

Militer Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya merespons serangan agresi Iran yang melibatkan drone dan rudal.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyatakan di media sosial X, suara ledakan yang terdengar disebabkan sistem pertahanan udara yang mencegat drone-drone tersebut.

Topik Menarik