Serangan AS ke Iran Targetkan Pesta Pernikahan, 4 Orang Tewas 50 Luka

Serangan AS ke Iran Targetkan Pesta Pernikahan, 4 Orang Tewas 50 Luka

Terkini | inews | Rabu, 2 September 2026 - 07:42
share

TEHERAN, iNews.id - Serangan militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan menargetkan sebuah rumah yang sedang menggelar pesta pernikahan di Kota Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran, Selasa (1/9/2026) malam waktu setempat. 

Wakil Gubernur Hormozgan Ahmad Nafisi mengatakan, berdasarkan penilaian awal, setidaknya empat orang tewas dan 50 lainnya luka akibat serangan AS ke lokasi acara pernikahan tersebut.

Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan serangan terhadap beberapa target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Menyusul pengumuman tersebut, media Iran melaporkan suara ledakan terdengar di Pulau Qeshm serta di Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak.

Stasiun televisi pemerintah Iran juga melaporkan Bandara Jiroft di Provinsi Kerman turut menjadi sasaran serangan.

Presiden AS Donald Trump mengonfirrmasi pasukannya menyerang beberapa target di dekat Selat Hormuz, seraya memperingatkan negara itu agar tidak membalas.

"Amerika Serikat, saat kami berbicara ini, sedang menyerang target-target Iran di dekat Selat Hormuz," tulis Trump, di platform Truth Social.

Trump menyebut serangan tersebut sebagai "besar dan kuat", pembalasan atas apa yang disebutnya sebagai upaya Iran yang gagal untuk memasang ranjau laut di Selat Hormuz.

Dia melanjutkan, setiap serangan balasan dari Iran akan dibalas dengan lebih keras lagi.

"Jika negara Iran yang gagal itu membalas serangan yang sangat sah ini, mereka akan diserang lagi dengan level kekuatan yang jauh lebih besar dan keras," ujarnya.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan Iran berusaha membangun kembali fasilitas radar yang hancur dalam serangan AS sebelumnya. Pasukan AS menunggu sampai radar itu selesai dibangun lalu menghancurkannya.

Trump kemudian memperingatkan kembali akan menyerang Iran jauh lebih keras lagi jika membalas.

"Jika ada serangan ketiga, mereka akan benar-benar musnah sebagai sebuah negara," katanya.

Serangan itu sebagai respons atas upaya IRGC menembak kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz serta terhadap personel militer AS yang ditempatkan di wilayah tersebut.

Topik Menarik