Erupsi Gunung Sinabung Bikin Bandara Kualanamu Lumpuh, 21 Penerbangan Dibatalkan
DELISERDANG, iNews.id — Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mulai mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deliserdang.
Hingga Selasa (1/9/2026), sedikitnya 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu dilaporkan batal. Gangguan penerbangan mulai terjadi sejak Senin (31/8/2026) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung.
Hujan abu vulkanik pekat mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Karo setelah Gunung Sinabung kembali erupsi pada Senin (31/8/2026) pagi. Kolom abu teramati membubung hingga 3.500 meter di atas puncak gunung.
Gumpalan abu vulkanik berwarna hitam pekat dengan intensitas tebal tersebut tertiup angin dan bergerak dominan ke arah timur serta tenggara, menuju wilayah permukiman warga.
Erupsi tercatat terjadi pada pukul 10.17 WIB. Jika diukur dari permukaan laut, ketinggian kolom abu mencapai 5.960 meter. Hingga pukul 11.14 WIB, hembusan abu vulkanik masih terus membumbung dari kawah puncak.
Napoli Mencekam usai Gempa Terkuat dalam 40 Tahun Terakhir, Picu Longsor hingga Bangunan Rusak
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung PVMBG, Armen Putra, mengimbau masyarakat yang terdampak sebaran hujan abu agar tetap tenang dan melakukan langkah-langkah antisipasi.
Dampak sebaran abu vulkanik juga terasa hingga operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu. PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola bandara menyebutkan, sebanyak 20 penerbangan dibatalkan pada Selasa (1/9/2026). Sejumlah penerbangan lainnya mengalami keterlambatan dan perubahan jadwal.
Gangguan tersebut berdampak pada penerbangan domestik maupun internasional. Kondisi penerbangan masih dinamis sehingga perubahan jadwal maupun status penerbangan dapat terjadi sewaktu-waktu, menyesuaikan perkembangan sebaran abu vulkanik dan keputusan masing-masing maskapai.
Sebagai langkah antisipasi demi keselamatan penerbangan, operasional Bandara Internasional Kualanamu juga sempat dihentikan sementara pada Selasa.
Berdasarkan informasi PT Angkasa Pura Aviasi melalui NOTAM A3250/26, Bandara Kualanamu ditutup sementara mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung.










