5 Fakta Animasi Melangkah dari Timur yang Terinspirasi Masa Kecil Bahlil, Nomor 4 Mengejutkan!
JAKARTA, iNews.id – Serial animasi Melangkah dari Timur tengah mencuri perhatian publik. Bukan tanpa alasan, animasi tersebut ternyata terinspirasi dari kisah masa kecil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Serial ini menghadirkan sosok anak bernama Baha yang digambarkan tumbuh dalam keterbatasan, tetapi memiliki semangat besar untuk bersekolah dan mengubah kehidupannya.
Kisah tersebut kemudian dikemas dalam animasi yang terdiri dari delapan episode. Menariknya, ada sejumlah fakta di balik pembuatan Melangkah dari Timur yang mungkin belum banyak diketahui publik.
Penasaran seperti apa cerita di balik serial animasi ini? Berikut lima faktanya khusus untuk Anda.
5 Fakta Animasi Melangkah dari Timur yang Terinspirasi Masa Kecil Bahlil Lahadalia
1. Terinspirasi dari Kisah Masa Kecil Bahlil Lahadalia
Fakta pertama sekaligus yang membuat Melangkah dari Timur ramai diperbincangkan adalah sumber ceritanya.
Karakter Baha dalam serial tersebut terinspirasi dari perjalanan masa kecil Bahlil Lahadalia.
Produser Melangkah dari Timur, Eminensi, menyebut cerita dalam serial tersebut mengambil fase kehidupan Bahlil sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Kehidupan Baha digambarkan penuh keterbatasan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk mendapatkan pendidikan dan mengejar cita-cita.
2. Ada Adegan Belajar dengan Penerangan Sederhana
Salah satu bagian yang mencuri perhatian dalam Melangkah dari Timur adalah ketika Baha harus belajar pada malam hari menggunakan penerangan sederhana dari lampu berbahan bakar minyak.
Adegan tersebut menjadi gambaran mengenai kondisi kehidupan yang penuh keterbatasan yang ingin ditonjolkan dalam cerita.
Meski demikian, serial ini merupakan karya animasi yang terinspirasi dari kisah nyata. Artinya, penggambaran adegan dalam serial telah dikemas kembali dalam bentuk cerita sehingga tidak dapat serta-merta dianggap sebagai rekaman dokumenter atas setiap kejadian yang dialami Bahlil.
Pesan yang ingin ditonjolkan adalah semangat pantang menyerah seorang anak untuk terus mendapatkan pendidikan meski berada dalam kondisi serba terbatas.
3. Dibuat dalam 8 Episode
Melangkah dari Timur bukan film animasi berdurasi panjang. Cerita tersebut dikemas menjadi serial yang terdiri atas delapan episode. Masing-masing episode memiliki durasi sekitar tujuh menit.
Format episode pendek tersebut membuat perjalanan Baha dapat diceritakan secara bertahap, mulai dari masa sekolah hingga berbagai pengalaman yang membentuk dirinya.
Serial ini pun ditayangkan melalui YouTube sehingga masyarakat dapat menyaksikannya tanpa harus datang ke bioskop.
4. Bahlil Ternyata Tidak Tahu Kisahnya Akan Dibuat Animasi
Fakta keempat ini menjadi salah satu bagian paling mengejutkan dari proyek Melangkah dari Timur.
Menurut produsernya, Bahlil Lahadalia ternyata tidak mengetahui sejak awal bahwa kisah masa kecilnya akan diangkat menjadi serial animasi.
Eminensi menyebut proyek tersebut merupakan inisiatif dari tim produksi. Dengan demikian, proyek tersebut bukanlah cerita yang sejak awal dibuat atas permintaan Bahlil.
Tim produksi terlebih dahulu menggagas ide tersebut, kemudian mengembangkan perjalanan masa kecil Bahlil menjadi cerita animasi.
5. Digarap Studio Animasi Asal Bandung
Dari sisi produksi, Melangkah dari Timur melibatkan Patopo Animation, sebuah studio animasi asal Bandung.
Proses pengerjaan serial tersebut disebut berlangsung sekitar tiga bulan. Durasi produksi yang relatif singkat tersebut digunakan untuk mengembangkan cerita sekaligus mengerjakan proses animasi hingga siap ditayangkan.
Serial ini kemudian mulai tayang pada 25 Agustus 2026 dan dapat disaksikan secara gratis melalui YouTube.
Produser menyebut keputusan menayangkan serial secara gratis berkaitan dengan keinginan untuk membuat kisah tersebut dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Dengan mengangkat kisah perjuangan seorang anak dari Indonesia Timur, Melangkah dari Timur tidak hanya menawarkan hiburan melalui animasi. Serial ini juga membawa pesan mengenai pendidikan, kegigihan, dan perjuangan menghadapi keterbatasan.
Kehadiran karakter Baha yang terinspirasi dari masa kecil Bahlil Lahadalia pun membuat publik penasaran untuk mengetahui seperti apa perjalanan sang tokoh sebelum akhirnya dikenal sebagai Menteri ESDM.










