Profil 5 Bakal Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35 NU Jombang, Siapa Paling Kuat?

Profil 5 Bakal Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35 NU Jombang, Siapa Paling Kuat?

Nasional | inews | Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:27
share

JOMBANG, iNews.id – Profil lima nama bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada gelaran Muktamar ke-35 NU menarik diketahui warga Nahdliyyin.

Muktamar yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memasuki babak krusial yakni penentuan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Meski demikian, perhelaatan muktamar masih berlangsung dinamis dengan suasana kondusif. Mekanisme tata cara pemilihan pun telah disepakati secara musyawarah, Minggu (30/8/2026) dini hari. 

Meski tidak ada sistem pendaftaran formal di awal, sedikitnya lima nama tokoh kuat meramaikan bursa calon Ketua Umum PBNU. Berikut rekam jejak dan profil singkat kelima bakal calon Ketua Umum PBNU tersebut.

Profil 5 Calon Ketum PBNU

1. KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)

Sosok petahana ini menjabat sebagai Ketua Umum PBNU sejak 24 Desember 2021 dan baru saja menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusannya.

Lahir pada 16 Februari 1966, Gus Yahya menempuh pendidikan di Madrasah Al-Munawwir Krapyak Bantul, SMAN 1 Yogyakarta, dan Fakultas Sosial Politik Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mantan Ketua Cabang HMI Yogyakarta (1986–1987) ini pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU (2015–2020), Juru Bicara Presiden era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era Presiden Joko Widodo.

2. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Gus Kikin merupakan cicit dari ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy'ari.

Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) siap bertarung dalam pemilihan Ketum PBNU pada Muktamar ke-35 NU di Jombang. (Foto: iNews TV)

Saat ini, Gus Kikin memegang amanah sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Pengalaman kepemimpinan serta latar belakang keluarganya yang kuat di NU membuatnya menjadi salah satu kandidat favorit dukungan pengurus wilayah dan cabang.

3. KH Abdussalam Shohib (Gus Salam)

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang ini lahir di Bangkalan, Madura, pada tahun 1977. Gus Salam merupakan cucu dari KH Bisri Syansuri, ulama pendiri NU.

Dalam rekam jejak organisasinya, Gus Salam pernah menjabat sebagai Katib PBNU di era kepemimpinan KH Said Aqil Siroj dan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur. Ia dikenal sebagai sosok yang kritis serta mengusung gagasan pembaruan dalam tata kelola organisasi NU.

4. KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)

Ulama, pengasuh Pesantren API Tegalrejo, sekaligus budayawan asal Magelang, Jawa Tengah ini lahir pada tahun 1973. Gus Yusuf merupakan alumni santri dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Pengasuh Ponpes Tegalrejo, Magelang, KH M Yusuf Chudlori. (Istimewa)

Sempat menjabat sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah pada awal tahun 2026, Gus Yusuf kemudian memilih mengundurkan diri dari jabatan politik praktis tersebut demi memfokuskan diri mengasuh pesantren serta berkhidmat penuh melayani warga Nahdliyin melalui struktur PBNU.

5. KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin)

Gus Rozin lahir di Cirebon pada 31 Juli 1976 dan tumbuh di lingkungan Pesantren Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah. Ia merupakan putra dari KH Sahal Mahfudz, Rais Aam PBNU periode 1999–2014.

Saat ini, Gus Rozin dipercaya menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah. Pengalamannya di bidang pendidikan keagamaan serta kepemimpinan struktur jam'iyyah di Jawa Tengah menjadi modal utama dalam bursa pencalonan Ketum PBNU.

Siapakah di antara kelima tokoh terbaik Nahdliyin ini yang akan dipercaya menduduki kursi Ketua Umum PBNU periode 2026–2031? Keputusan akhir kini berada di tangan para delegasi muktamirin di arena Muktamar ke-35 NU Jombang.

Topik Menarik