Fatur Pelajar Korban Kericuhan Pejompongan Ternyata Qori Berprestasi

Fatur Pelajar Korban Kericuhan Pejompongan Ternyata Qori Berprestasi

Terkini | inews | Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:18
share

JAKARTA, iNews.id - Faturohman (18), pelajar yang menjadi korban penganiayaan saat kericuhan di kawasan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, dikenal sebagai sosok santun dan berprestasi di lingkungan sekolahnya. Dia diketahui memiliki kemampuan dalam bidang tilawah Al-Qur'an dan aktif mengikuti perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Hal tersebut diungkapkan guru agama sekaligus juru bicara keluarga Faturohman, Ahmad Fahmi. Dia mengatakan Fatur merupakan siswa kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Jamiat Kheir.

"Beliau alumni dari Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Darun Najah yang suaranya bagus, qori, suka ikut lomba MTQ juga suaranya bagus multitalenta juga belajar editor, sedikit belajar konten kreator cita-citanya dia juga selain Qori dia pengen jadi konten kreator juga," kata Fahmi saat ditemui di RSUD Tarakan, Sabtu (29/8/2026).

Selain aktif dalam kegiatan keagamaan, Fatur disebut memiliki ketertarikan terhadap dunia kreatif digital. Dia diketahui tengah mempelajari kemampuan editing dan memiliki cita-cita menjadi konten kreator.

Menurut Fahmi, kemampuan Fatur dalam membaca Al-Qur'an juga mendapat perhatian dari guru-gurunya di MA Jamiat Kheir. Terlebih, Fatur memiliki karakter suara yang dinilai mendukung kemampuannya sebagai qori.

"Iya pasti, guru tahfidznya itu di sekolah kami Madrasah Aliyah Jamiat itu senang banget sama Fatur karena karakter suaranya itu memang Qori kan, belajar Qira'at Sab'ah," ujarnya.

Kemampuan tersebut, kata Fahmi, telah diasah Fatur sejak menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darunnajah. Selain menghafal Al-Qur'an, Fatur juga mempelajari Qira'at Sab'ah.

"Belajar Qira'at Sab'ah memang keunggulan dari pondok pesantren waktu di MTs-nya dia di Darun Najah ya salah satunya itu selain hafidz Qur'an Qira'at Sab'ah ya penguasaan ilmu alatnya juga luar biasa gitu," katanya.

Fahmi juga menggambarkan Fatur sebagai sosok yang santun, sopan, dan cenderung pendiam. Menurutnya, Fatur tidak dikenal sebagai anak yang suka membuat masalah atau bertingkah berlebihan.

"Ini anaknya santun, sopan gitu nggak pecicilan lah dia cenderung, cenderung agak sedikit diam malah, jadi nggak pecicilan," ujar Fahmi.

"Karena memang backgroundnya dari pondok pesantren itu aja," lanjutnya.

Diketahui, Fatur menjadi korban penganiayaan saat kericuhan terjadi di kawasan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Pelajar berusia 18 tahun itu disebut sempat diseret keluar dari gang dekat rumahnya sebelum dipukuli oleh sekelompok orang tak dikenal.

Akibat kejadian tersebut, Fatur mengalami luka berat dan masih menjalani pemulihan di RSUD Tarakan, Jakarta.

Topik Menarik