Viral Budi Arie Ungkap Insting Politik Bisa Lebih Cepat dari 2029 di Samping Jokowi

Viral Budi Arie Ungkap Insting Politik Bisa Lebih Cepat dari 2029 di Samping Jokowi

Terkini | inews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:00
share

JAKARTA, iNews.id - Viral video memperlihatkan Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi mengungkapkan analisis mengenai kemungkinan terjadinya percepatan dinamika politik nasional sebelum 2029. Pernyataan itu disampaikan dalam forum bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan Budi Arie tersebut terekam dalam video yang viral di media sosial. Video itu dibagikan Guru Besar Hukum Tata Negara Denny Indrayana melalui akun Instagram pribadinya @dennyindrayana99.

Dalam video tersebut, Budi Arie mengatakan instingnya menangkap kemungkinan perubahan politik yang berlangsung lebih cepat dari jadwal pemilu 2029. Dia pun mengajak para relawan menyiapkan sejumlah skenario alternatif.

“Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. ‘Pak ko insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong pemilu 2029- pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?” kata Budi Arie yang langsung disambut seruan siap dari peserta.

Budi Arie kemudian mengaitkan analisis tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi serta munculnya aspirasi di sejumlah daerah. Dia menyinggung pengalaman sejarah pada masa transisi kekuasaan 1998, ketika dinamika politik turut mendorong percepatan pemilu yang semula dijadwalkan setelah 1997 menjadi 1999.

“Saya pengalaman dengan gerak sejarah. Ini ada upnormal di masyaraka saat ini. Ini ada delo Pati, Madura deko lagi ikut demo tandingan. Ah ini sudah kayak Pamswakarsa 98 nih. Pasti kalah yang preman,” tutur Budi Arie.

“Sebab maksud saya terjadi anomali-anomali, variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya memikirkan skenario konvensional, langkah-langkah tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya. Itu terjadi yang menurut pendapat saya terjadi patahan sejarah. Gimana tahun 90 tiba-tiba pemilu berikutnya tahun 99,” imbuhnya.

Menurut Budi Arie, kemungkinan percepatan politik tersebut tetap perlu diperhitungkan dengan melihat keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi.

“Potensi itu bukan tidak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyaraa happy,” kata Budi Arie.

Dia kemudian meminta para relawan tidak hanya berfokus pada skenario politik menuju 2029, tetapi turut mempertimbangkan kemungkinan lain.

“Insting saya ini ada sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan. Karena itu saya mau membuka wacana saja teman-teman. Supaya berpikir jangan hanya berpikir 2029, harus ada pikiran lain alternatifbantara terjadi percepatan jalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Projo Freddy Alex Damanik memberikan penjelasan mengenai video tersebut. Dia menyebut potongan video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan pembahasan.

Freddy menjelaskan, Budi Arie saat itu sedang memaparkan berbagai kemungkinan terkait situasi yang berkembang.

“Forum tersebut diadakan sebagai acara silaturahmi dalam rangka bulan kemerdekaan Republik Indonesia antara Bapak Jokowi dengan para relawannya,” ucap Freddy dalam keterangannya.

Dia mengatakan terdapat diskusi internal singkat mengenai kondisi kebangsaan. Para peserta menyampaikan berbagai masukan untuk memetakan persoalan sekaligus mencari solusi atas situasi yang berkembang.

“Hal ini disampaikan oleh para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan beliau berkenan menyampaikan kepada Presiden Prabowo untuk perbaikan bangsa ke depannya. Karena relawan meyakini bahwa hubungan dan komunikasi Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo terjalin erat dan akrab,” terang Freddy.

Menurut Freddy, Jokowi mendengarkan seluruh pandangan relawan mengenai kondisi yang berkembang. Setelah mendengar masukan tersebut, Jokowi meminta seluruh pihak tetap tenang.

“Sebelum akhirnya Pak Jokowi menyampaikan agar semua tetap tenang. Situasi baik-baik saja, ekonomi masih tumbuh baik, inflasi terkendali, jadi tidak perlu ada… yang dikhawatirkan,” pungkasnya.

Topik Menarik