3 Juta Warga Terpapar Asap Kebakaran Hutan, Menkes Imbau Pakai Masker dan Batasi Aktivitas di Luar

3 Juta Warga Terpapar Asap Kebakaran Hutan, Menkes Imbau Pakai Masker dan Batasi Aktivitas di Luar

Terkini | inews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:05
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Meneks) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan. Langkah ini penting untuk mencegah paparan partikel halus PM2,5 yang terkandung dalam asap karhutla.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 21 Agustus 2026, karhutla telah menyebar ke 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi. Wilayah tersebut meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Dari wilayah terdampak tersebut, sekitar 3 juta jiwa di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap karhutla.

Budi menjelaskan, asap karhutla mengandung partikel PM2,5 yang dapat mengganggu sistem pernapasan dan meningkatkan risiko penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).

Menurut Budi, PM2,5 berukuran kurang dari 2,5 mikrometer sehingga sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga paru-paru. Paparan partikel tersebut dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan.

Gejala yang dapat muncul antara lain iritasi mata, tenggorokan gatal, batuk, hingga sesak napas. Paparan asap juga berisiko memperburuk kondisi masyarakat yang sudah memiliki penyakit paru kronis.

Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko masuknya partikel PM2,5 ke dalam saluran pernapasan.

Selain menggunakan masker, masyarakat di wilayah terdampak juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara sedang buruk.

Pemerintah juga mendorong masyarakat rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi atau sumber informasi resmi. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum masyarakat memutuskan beraktivitas di luar rumah.

Kemenkes turut mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala gangguan pernapasan. Warga yang mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, atau iritasi mata berat disarankan segera mencari pertolongan medis di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah kondisi kesehatan memburuk akibat paparan asap karhutla.

Topik Menarik