Pramono Tegaskan Polusi Jakarta Disebabkan Banyak Faktor, Singgung Dampak PLTU

Pramono Tegaskan Polusi Jakarta Disebabkan Banyak Faktor, Singgung Dampak PLTU

Terkini | inews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:34
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung mengakui upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengurangi polusi udara tidak selalu berjalan sesuai rencana. Salah satunya terlihat dari pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang beberapa kali gagal dilakukan karena kondisi awan tidak memenuhi syarat.

Pramono juga menilai sumber polusi di Jakarta tidak sepenuhnya berasal dari Ibu Kota. Dia menyinggung keberadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di sejumah daerah penyangga Jakarta.

"OMC ataupun intervensi modifikasi cuaca ini terus terang nggak selalu berhasil. Kemarin hari Jumat diprediksi awannya itu cukup untuk bisa dibuatkan hujan buatan. Terus terang kami sudah melakukan penerbangan beberapa kali nggak bisa," kata Pramono usai menghadiri Seminar Kebangsaan di HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Menurut dia, meski berdasarkan perhitungan kondisi awan dinilai cukup, hujan buatan tidak selalu dapat dilakukan.

"Secara fair saya harus menyampaikan bahwa tidak semuanya ketika awannya dianggap dalam hitungan sudah cukup bisa menurunkan. Bahkan hari ini sebenarnya ada rencana untuk kita menerbangkan kembali, tetapi sampai sekarang ini awannya juga belum cukup. Tetapi kalau kemudian memang awannya cukup, pasti akan kami terbangkan kembali," ujarnya.

Pramono menyatakan Pemprov DKI Jakarta tetap berupaya mengurangi tingkat polusi udara yang terjadi di Ibu Kota. Namun, dia menilai sumber polusi tidak sepenuhnya berasal dari Jakarta.

Pramono mengatakan sejumlah daerah penyangga Jakarta masih mengandalkan pembangkit listrik dan aktivitas industri berbahan bakar batu bara, seperti PLTU. Kondisi tersebut, menurut dia, turut berkontribusi terhadap pencemaran udara di Jakarta.

"Walaupun sebenarnya seperti yang saya sampaikan kemarin, polusi di Jakarta tidak semerta-merta karena Jakarta. Ada daerah pendukung, terutama beberapa daerah pendukung yang masih menggunakan pembangkit listriknya dari batu bara, industrinya dari batu bara. Itulah yang menyebabkan kemudian terjadi polusi yang ada di Jakarta," katanya.

Topik Menarik