Berburu Hewan yang Dilindungi di Papua, Pasutri asal China Diusir dari Indonesia

Berburu Hewan yang Dilindungi di Papua, Pasutri asal China Diusir dari Indonesia

Terkini | inews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:32
share

JAKARTA, iNews.id - Dua warga negara asal China berinisial YH dan NZ dideportasi dari Indonesia setelah diduga menyalahi izin tinggal. Pasangan suami istri tersebut dideportasi setelah kedapatan melakukan perburuan hewan yang dilindungi di wilayah Papua.

Kepala Kantor Imigrasi Jayapura, Ben Yuda Karubaba menjelaskan, keduanya berburu burung kasuari hingga kuskus, yang kemudian dijadikan konten siaran langsung atau livestream.

“Dalam pemeriksaan ditemukan adanya foto dan rekaman video kegiatan berburu satwa yang dilindungi seperti burung kasuari, kuskus dan hewan lainnya yang dilakukan YH bersama warga Desa Skanto yang sudah lama dikenalnya dan sudah dianggap sebagai keluarganya,” kata Ben dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Ben mengatakan, keduanya mengakui foto dan video kegiatan perburuan itu dibagikan ke media sosial.

Dari hasil pemeriksaan, YH dan NZ masuk ke wilayah hukum Indonesia menggunakan visa kunjungan bisnis. Keduanya masuk Indonesia sejak 3 Juli 2026 melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“Dalam keterangannya, yang bersangkutan mengaku telah berkunjung ke Indonesia kurang lebih 10 kali sejak tahun 2023 dengan tujuan berlibur dan mengunjungi sejumlah tempat wisata di Papua, antara lain Jayapura, Wamena, dan Merauke,” ujarnya. 

Selama perburuan, YH selalu menyiarkannya secara daring ke China.

“YH diketahui melakukan siaran langsung melalui platform Douyin untuk mempromosikan kegiatannya, dan menjual produk-produk yang dibawanya dari Tiongkok, seperti shampo dan minyak ikan di Indonesia,” kata Ben.

Pelaku NZ mengakui dirinya baru pertama kali datang ke Indonesia. NZ datang untuk mengikuti suaminya dan tidak mengetahui terkait jenis izin tinggal.

Keduanya dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) sesuai dengan ketentuan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Topik Menarik