Fakta Menarik! Tenda Ruang Operasi RS Lapangan di NTT Pernah Dipakai saat Bencana Aceh

Fakta Menarik! Tenda Ruang Operasi RS Lapangan di NTT Pernah Dipakai saat Bencana Aceh

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 11:33
share

MANGGARAI, iNews.id - Rumah Sakit Lapangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dibangun di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki fasilitas yang disiapkan untuk menangani pasien terdampak gempa NTT, termasuk ruang operasi.

Menariknya, ruang operasi yang berada di dalam tenda bukan sekadar fasilitas darurat yang baru digunakan di Ruteng. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, tenda operasi itu sebelumnya telah digunakan dalam penanganan bencana di sejumlah daerah.

Hal tersebut disampaikan Menkes Budi saat meninjau langsung Rumah Sakit Lapangan Kemenkes yang berada di Stadion Goloduka, Ruteng. Dalam kesempatan itu, ia menunjukkan bagian dalam tenda operasi sekaligus menjelaskan sejumlah fasilitas yang tersedia di dalamnya.

"Ini adalah ruang operasinya dan ini nanti disterilisasi di sini, nanti jadinya kayak begini di dalamnya. Nanti masih dibersihkan," kata Menkes Budi, dikutip Jumat (21/8/2026).

Menkes Budi menjelaskan, ruang operasi dirancang agar dapat digunakan dalam kondisi bencana. Meski berada di dalam tenda, fasilitas tersebut tetap memiliki area steril dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan operasi terhadap pasien.

"Ini ruangnya steril, kami bisa isolasi dan pernah dipakai waktu bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh," ujar Budi.

Menurut dia, bagian dalam tenda telah disiapkan sedemikian rupa untuk mendukung proses operasi. Selain ruang yang dapat disterilisasi, terdapat pula lampu operasi serta meja operasi yang menjadi bagian utama fasilitas tersebut.

"Itu lampunya, kemudian untuk memasukkan alatnya, ini meja operasinya di sana," kata Budi.

5 Tenda Disiapkan untuk Pasien Korban Gempa

Rumah Sakit Lapangan dibangun sebagai fasilitas kesehatan darurat menyusul dampak gempa yang menyebabkan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan terdampak.

Di Stadion Goloduka, Kemenkes mendirikan lima tenda yang memiliki fungsi berbeda. Satu tenda digunakan sebagai instalasi gawat darurat (IGD), satu tenda khusus ruang operasi, sementara tiga tenda lainnya digunakan sebagai ruang rawat inap.

"Saya di Stadion Goloduka, Kabupaten Ruteng, adalah lokasi tempat dibangunnya rumah sakit lapangan. Kami sudah pasang ada lima tenda, satu untuk IGD, kemudian satu khusus untuk ruang operasi, dan tiga tenda untuk pasien," tutur Budi.

Untuk ruang rawat inap, tiga tenda tersebut saat ini memiliki kapasitas sekitar 60 pasien. Namun, kapasitas itu masih akan ditambah agar Rumah Sakit Lapangan mampu menampung hingga 100 pasien.

"Tiga tenda ini bisa masing-masing 20, ada 60 rawat inap. Kami berencana akan tambah lagi sehingga minimal jadi 100 rawat inap. Kami sedang kirim tenda tambahan dari Bali," jelasnya.

Tenda Rawat Inap Dibuat untuk Kondisi Bencana

Selain menunjukkan ruang operasi, Menkes Budi juga memperlihatkan bagian dalam tenda rawat inap. Deretan tempat tidur disiapkan untuk pasien yang membutuhkan perawatan setelah mendapatkan penanganan.

Ia menjelaskan, fasilitas tersebut tidak dibuat sembarangan. Tenda rawat inap menggunakan lantai khusus yang dirancang untuk mendukung aktivitas tenaga medis sekaligus menjaga kondisi ruangan tetap bersih.

Lantai tersebut memungkinkan troli berisi obat maupun makanan didorong dengan lebih mudah. Selain itu, desain lantainya juga dibuat agar air dari luar tidak mudah masuk ke dalam tenda ketika hujan turun.

"Standarnya Kemenkes, ruang rawat inap nanti ada lantainya seperti ini. Jadi kalau bawa-bawa dorongan tuh gampang dan juga sekaligus bersih, nggak basah kalau di bawah ada air jadi nggak masuk," ungkap Menkes Budi.

Budi juga menyebut tenda rawat inap tersebut menggunakan standar yang biasa diterapkan dalam situasi bencana.

"Ini nanti kira-kira bed-nya dipasang seperti ini, bisa 10×2 jadi 20. Tendanya ini standarnya UNICEF, dipakai di mana-mana kalau ada bencana," pungkasnya.

Dengan keberadaan IGD, ruang operasi steril, serta ruang rawat inap yang kapasitasnya terus ditambah, Rumah Sakit Lapangan di Ruteng diharapkan dapat menjadi fasilitas penunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.

Topik Menarik