Mahakam Ulu Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, Harga Sembako Melonjak
MAHAKAM ULU, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan yang berlaku mulai Rabu (19/8/2026). Penetapan status ini berlaku selama satu pekan ke depan dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi debit air di lapangan.
Melalui status ini, Pemkab Mahakam Ulu menyiapkan langkah penanganan darurat termasuk penyaluran bantuan pangan dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, meski pengiriman ke area pelosok masih terkendala modal transportasi.
"Status siaga darurat ini ditetapkan sebagai langkah untuk memperkuat penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah menyusutnya Sungai Mahakam," ujar Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Darmawan, Kamis (20/8/2026).
Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu telah berdampak serius pada perekonomian warga.
Harga kebutuhan pokok terutama beras melambung tinggi hingga mencapai Rp1 juta per karung. Sedangkan harga pertalite mencapai Rp35.000 per liter.
Peristiwa 21 Juli: Agresi Militer I, Belanda Lancarkan Serangan Besar-besaran di Indonesia
Kenaikan harga beras dan BBM tersebut imbas menyusutnya debit air Sungai Mahakam yang memicu kelumpuhan moda transportasi air. Armada kapal penumpang dan kargo berukuran besar tidak dapat melintas.
Terhambatnya arus distribusi pasokan barang memicu lonjakan harga kebutuhan pokok yang sangat drastis. Harga beras kemasan 25 kilogram yang semula berkisar Rp600.000 kini melambung tinggi hingga menembus Rp1 juta per karung. Sementara itu, harga BBM jenis Pertalite di permukiman pedalaman melonjak hingga Rp35.000 per liter.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berupaya mencari solusi jalur distribusi alternatif agar krisis pangan dan energi di wilayah hulu Mahakam tidak semakin meluas.








