Dilanda Kekeringan, Harga Beras di Mahakam Ulu Melambung Rp1 Juta per Karung

Dilanda Kekeringan, Harga Beras di Mahakam Ulu Melambung Rp1 Juta per Karung

Nasional | inews | Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:53
share

MAHAKAM ULU, iNews.id – Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, berdampak serius pada perekonomian warga. 

Harga kebutuhan pokok terutama beras di wilayah pelosok melambung tinggi hingga mencapai Rp1 juta per karung. Sedangkan harga pertalite mencapai Rp35.000 per liter.

Kenaikan harga beras dan BBM tersebut imbas menyusutnya debit air Sungai Mahakam yang memicu kelumpuhan moda transportasi air. 

Menanggapi krisis yang kian memprihatinkan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu resmi menetapkan status siaga darurat yang berlaku mulai Rabu (19/8/2026). Penetapan status ini berlaku selama satu pekan ke depan dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi debit air di lapangan. 

Melalui status ini, Pemkab Mahakam Ulu menyiapkan langkah penanganan darurat termasuk penyaluran bantuan pangan dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, meski pengiriman ke area pelosok masih terkendala modal transportasi. 

"Status siaga darurat ini ditetapkan sebagai langkah untuk memperkuat penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah menyusutnya Sungai Mahakam," ujar Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Darmawan, Kamis (20/8/2026).

Transportasi Air Lumpuh

Menyusutnya debit air di sepanjang lintasan Sungai Mahakam wilayah Kabupaten Kutai Barat hingga Mahakam Ulu membuat armada kapal penumpang dan kargo berukuran besar tidak dapat melintas.

Terhambatnya arus distribusi pasokan barang memicu lonjakan harga kebutuhan pokok yang sangat drastis. Harga beras kemasan 25 kilogram yang semula berkisar Rp600.000 kini melambung tinggi hingga menembus Rp1 juta per karung. Sementara itu, harga BBM jenis Pertalite di permukiman pedalaman melonjak hingga Rp35.000 per liter.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berupaya mencari solusi jalur distribusi alternatif agar krisis pangan dan energi di wilayah hulu Mahakam tidak semakin meluas.

Topik Menarik