Heboh Gaji Rp3 Juta Masuk Desil 10, Ternyata Ini Indikator Penilaiannya

Heboh Gaji Rp3 Juta Masuk Desil 10, Ternyata Ini Indikator Penilaiannya

Terkini | inews | Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:02
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan polemik warga berpenghasilan sekitar Rp3 juta per bulan yang masuk Desil 10 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Gus Ipul menegaskan, penentuan desil dalam DTSEN tidak hanya didasarkan pada besaran penghasilan seseorang. Polemik muncul setelah masyarakat mempertanyakan bagaimana warga dengan penghasilan Rp3 juta per bulan dapat masuk Desil 10 yang merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam pemeringkatan DTSEN.

Menurut Gus Ipul, penghitungan desil dilakukan berdasarkan berbagai indikator sosial ekonomi yang dikumpulkan dan dianalisis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Jadi kita tidak melihat penghasilan saja ya, itu nanti yang bisa menjelaskan lebih detail adalah BPS, karena BPS yang mengukur dan itemnya itu banyak," ujar Gus Ipul.

Dia menjelaskan, kondisi sosial ekonomi keluarga dinilai secara menyeluruh sehingga nominal penghasilan tidak dapat menjadi satu-satunya patokan dalam menentukan posisi seseorang pada desil tertentu.

Sejumlah indikator yang menjadi pertimbangan antara lain kondisi tempat tinggal, tingkat pendidikan, pekerjaan, akses terhadap layanan dasar, kesehatan, serta kepemilikan aset.

Dalam DTSEN, masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok atau desil berdasarkan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Dengan demikian, warga yang memiliki penghasilan sekitar Rp3 juta per bulan tetap dapat masuk Desil 10 apabila berdasarkan keseluruhan indikator sosial ekonomi yang digunakan BPS, kondisi kesejahteraannya berada pada peringkat tersebut.

Topik Menarik