Trump Semprot Presiden Korsel Lee karena Tak Mau Bantu AS Perang Lawan Iran
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung karena menolak permintaannya untuk membantu AS dalam operasi militer melawan Iran.
Trump mengaku sempat bertanya kepada Lee apakah Korsel bersedia bergabung dengan AS untuk melucuti senjata nuklir Iran. Namun, jawaban Lee yang menolak permintaan tersebut membuat Trump kecewa.
Trump kemudian mempertanyakan komitmen Korsel sebagai sekutu AS. Dia bahkan mempertanyakan alasan Washington harus terus mengeluarkan miliaran dolar untuk mempertahankan negara tersebut dari ancaman Korea Utara (Korut).
"Apa maksudnya ini? Kita menempatkan 39.000 pasukan di sana untuk melindungi Anda dari Kim Jong Un, tetangga sebelah Anda, tapi Anda tidak mau membantu kami dalam operasi militer yang sangat mudah di Iran? Itu aneh," kata Trump, belum lama ini.
Trump juga mempertanyakan besarnya biaya yang dikeluarkan AS untuk mempertahankan kehadiran militernya di Korsel.
"Lalu mengapa kita harus repot-repot membantu Anda?" ujar Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Trump menjelaskan keputusannya menginstruksikan Departemen Pertahanan (Pentagon) untuk mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan AS-Korsel.
Menurut Trump, pengurangan latihan tersebut bukan hanya bertujuan memangkas biaya, tetapi juga menjadi bagian dari upayanya membangun hubungan yang lebih dekat dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un.
Di tengah kritiknya terhadap Seoul, Trump justru mengungkapkan bahwa Kim telah merespons unggahan foto mereka bersama di media sosial. Foto tersebut menampilkan Trump dan Kim saat bertemu di Panmunjom, perbatasan Korut dan Korsel, pada 2019.
Ketika ditanya wartawan apakah Kim telah memberikan tanggapan atas unggahan tersebut, Trump menjawab singkat.
"Emm, iya, benar," kata Trump.
Trump kemudian memuji hubungan pribadinya dengan pemimpin Korut tersebut. Dia mengatakan Kim selalu memperlakukannya dengan penuh hormat.
"Kim Jong Un selalu memperlakukan saya dengan penuh hormat dan kami telah bertemu dalam beberapa kesempatan, sebenarnya ada dua pertemuan utama, di mana kami berbicara dan menghabiskan waktu bersama. Saya memahami dia. Dia juga memahami saya," ujarnya.










