Hadapi Karhutla di Berbagai Wilayah, Menhut Ungkap Peran Krusial BNPB
JAKARTA, iNews.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengapresiasi dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan tersebut dilakukan melalui operasi darat dan udara, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta water bombing untuk mengendalikan kebakaran.
“Karhutla merupakan persoalan serius yang memerlukan penanganan secara kolaboratif, terpadu, terukur, dan berkelanjutan. Saya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada BNPB yang terus bersama-sama dengan Kementerian Kehutanan melakukan upaya penanggulangan karhutla di lapangan,” kata Raja Juli dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa (18/8/2026).
Kerja sama Kementerian Kehutanan dan BNPB salah satunya dilakukan melalui OMC sebagai upaya mitigasi karhutla. Sejak Februari hingga Juli 2026, OMC dilaksanakan secara berkesinambungan di sejumlah provinsi yang rawan kebakaran.
Operasi tersebut melibatkan BNPB, Kementerian Kehutanan dan mitra swasta. Khusus untuk mitigasi karhutla, telah dilakukan 17 operasi selama 169 hari dengan 291 sorti penerbangan.
“Kerja sama dengan BNPB ini sangat penting, karena penanganan karhutla membutuhkan respons yang cepat, baik melalui pencegahan maupun pemadaman. OMC menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang kami lakukan untuk mengurangi risiko dan dampak kebakaran,” ujar Menhut.
Selain OMC, BNPB mengerahkan 40 armada udara untuk mendukung penanganan karhutla. Armada tersebut terdiri atas 10 pesawat patroli, 27 helikopter water bombing dan tiga pesawat OMC.
Khusus di enam provinsi prioritas, BNPB mengerahkan 36 armada udara yang terdiri atas 12 armada patroli, 21 helikopter water bombing, dan tiga pesawat OMC.
Dukungan BNPB juga terlihat dalam penanganan kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dalam operasi tersebut, tim terpadu yang melibatkan Manggala Agni, Balai TNBTS, BPBD, BNPB, masyarakat, TNI, dan Polri mendapat dukungan dua unit helikopter water bombing BNPB. Helikopter dikerahkan untuk menjangkau lokasi kebakaran di lereng yang sulit diakses.
Kebakaran di TNBTS berlangsung pada 3-16 Agustus 2026 dan berhasil dipadamkan melalui kerja sama seluruh kementerian/lembaga yang terlibat. Raja Juli menegaskan kolaborasi lintas lembaga akan terus diperkuat untuk menghadapi ancaman karhutla.
“Sekali lagi, saya menyampaikan apresiasi kepada BNPB dan seluruh pihak yang bersama-sama bergerak menangani karhutla. Kolaborasi seperti ini akan terus kami perkuat agar setiap ancaman karhutla dapat direspons secepat mungkin dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat bisa ditekan,” katanya.










