Iran Tegaskan Pasukan AS Tak Boleh Lintasi Selat Hormuz
TEHERAN, iNews.id - Iran melarang pasukan Amerika Serikat (AS) memasuki kawasan Teluk Persia, Teluk Oman, dan Selat Hormuz. Larangan tersebut disampaikan bersamaan dengan tawaran hadiah 30.000 dolar AS atau sekitar Rp535 juta bagi siapa pun yang berhasil membunuh atau menangkap personel militer AS.
Kepala Staf Angkatan Darat Iran Amir Hatami mengeluarkan peringatan keras tersebut kepada militer AS agar meninggalkan kawasan Timur Tengah.
"Mereka tidak lagi diperbolehkan memasuki Teluk Persia, Teluk Oman, atau Selat Hormuz," katanya, dalam pernyataan, dikutip dari Reuters, Selasa (18/8/2026).
Pernyataan tersebut menjadi penting karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Kawasan ini juga menjadi salah satu jalur penting bagi lalu lintas energi dunia.
Dengan melarang militer AS memasuki kawasan tersebut, Iran tampaknya ingin menegaskan bahwa keberadaan pasukan Washington di sekitar jalur strategis itu tidak lagi dapat diterima oleh Teheran.
Meski demikian, sejauh ini belum ada laporan mengenai pengerahan pasukan darat AS ke Iran sejak perang pecah pada 27 Februari.
Satu-satunya misi pasukan AS yang disebut dalam laporan adalah operasi penyelamatan dua jet tempur F-15 yang jatuh pada April.
Sayembara Tangkap Pasukan AS
Hatami juga mengatakan, siapa pun yang menangkap atau membunuh tentara AS akan menerima imbalan besar.
"Siapa pun yang membunuh atau menangkap serta menyerahkan personel militer Amerika yang melakukan invasi akan menerima imbalan setara dengan 30.000 dolar atau 5 miliar toman dari Angkatan Darat Republik Islam Iran," ujar Hatami.
Menurut dia, sayembara tersebut dibuat setelah banyak pihak menyatakan kesediaan menyumbang uang mereka untuk memberi hadiah kepada orang yang berhasil menangkap atau membunuh tentara AS.
Iran bahkan menjanjikan hadiah lebih besar bagi perempuan yang berhasil menjalankan misi tersebut. Peserta perempuan akan memperoleh hadiah dua kali lipat, yakni sekitar 60.000 dolar AS.
Namun, Hatami tidak menjelaskan secara rinci kapan dan di mana sayembara tersebut berlaku. Tidak disebutkan pula batas wilayah yang menjadi lokasi penangkapan atau pembunuhan tentara AS.










