Kapolri-Titiek Soeharto Tinjau Pengungsian Gempa NTT, Pastikan Penanganan Bencana Optimal

Kapolri-Titiek Soeharto Tinjau Pengungsian Gempa NTT, Pastikan Penanganan Bencana Optimal

Terkini | inews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:44
share

MANGGARAI, iNews.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan jajaran Forkopimda meninjau langsung posko pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak sekaligus mengecek kebutuhan para pengungsi pascagempa yang melanda sejumlah wilayah NTT.

"Hari ini saya bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Anggota Komisi IV DPR RI, Gubernur, Kapolda, dan Kapolres berkesempatan mengunjungi secara langsung saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur," kata Sigit.

Dia menegaskan, Polri bersama seluruh unsur terkait akan memastikan penanganan bencana di NTT berjalan optimal. Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, kami mendapatkan tugas untuk membantu seluruh proses penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat," ujar Sigit.

Sigit memaparkan, berdasarkan data sementara, gempa bumi di NTT telah menyebabkan 1.245 orang menjadi korban. Rinciannya, 67 orang meninggal dunia, 509 orang mengalami luka berat, dan 669 lainnya mengalami luka ringan.

Selain itu, sekitar 27.700 warga kini mengungsi di 107 titik pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak.

"Saat ini sebagian besar lokasi pengungsian sudah dapat dijangkau. Kami bersama seluruh unsur terkait terus berbagi tugas untuk mendatangi titik-titik pengungsian, melihat langsung kondisi masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan mereka dapat terpenuhi," ujar Sigit.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Polri telah mendirikan delapan posko yang berfungsi sebagai pusat pelayanan sekaligus koordinasi bagi masyarakat terdampak. Posko tersebut juga digunakan untuk menginventarisasi kebutuhan yang berkembang di lapangan.

"Selain itu, Polri telah menyalurkan 247,66 ton bantuan dari Mabes Polri maupun Polda jajaran, berupa bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut akan terus kami dorong sesuai hasil evaluasi kebutuhan masyarakat di setiap wilayah," ucap Sigit.

Polri juga mengerahkan 236 personel bantuan kendali operasi (BKO) ke NTT. Personel tersebut memiliki berbagai kemampuan, mulai dari SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga pendistribusian bantuan.

"Kami juga menyiapkan sarana angkut udara berupa pesawat Beechcraft, pesawat CN, serta helikopter untuk mendukung evakuasi, pengiriman bantuan dan logistik, sekaligus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang belum dapat dijangkau secara optimal melalui jalur darat," tutur Sigit.

Sigit mengatakan penanganan bencana akan terus dievaluasi setiap hari. Hal ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat terdampak, seperti tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, hingga kebutuhan lainnya dapat dipenuhi secara bertahap.

"Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus kami siapkan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kita semua berdoa agar kondisi segera membaik, seluruh proses penanganan berjalan lancar, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala," papar Sigit.

Sementara itu, Titiek Soeharto mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kebutuhan yang masih diperlukan masyarakat di lokasi pengungsian.

Menurutnya, proses pemenuhan kebutuhan masyarakat masih terus berjalan mengingat bencana baru terjadi.

"Tadi kami melihat masih terdapat beberapa kebutuhan yang perlu segera dilengkapi, seperti MCK, tempat tinggal sementara, perlengkapan pengungsian maupun kebutuhan dasar lainnya. Hal-hal tersebut akan terus kita koordinasikan agar dapat segera dipenuhi," katanya.

Titiek juga mengapresiasi langkah cepat Polri dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan gempa bumi di NTT.

"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Polri yang telah bergerak cepat dalam membantu masyarakat terdampak. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, BNPB, Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, relawan serta seluruh pihak yang telah bekerja bersama-sama dalam penanganan bencana ini," tutupnya.

Topik Menarik