Trump Bakal Klaim Selat Hormuz Milik AS, Iran: Hanya Kami yang Bisa Buka-Tutup

Trump Bakal Klaim Selat Hormuz Milik AS, Iran: Hanya Kami yang Bisa Buka-Tutup

Terkini | inews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:25
share

TEHERAN, iNews.id - Satu per satu pejabat Iran merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan mengeklaim kepemilikan AS atas Selat Hormuz. Trump pada Kamis (14/8/2026) mengatakan, dirinya segera mengumumkan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi menegaskan, Selat Hormuz akan tetap menjadi bagian negaranya sampai kapan pun.

“Selat Hormuz telah menjadi milik Iran, adalah milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran,” kata Gharibabadi, dalam posting-an di media sosial X, dikutip Minggu (16/8/2026). 

“Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka di bawah perintah Iran,” tulisnya, menegaskan.

Trump berulang kali mengatakan Selat Hormuz berada di bawah kendali AS, pernyataan yang juga berulang kali dibantah oleh Iran.

Dalam pidatonya di Negara Bagian New York, Trump mengatakan, setelah AS mengalahkan Iran dalam perang, dirinya akan akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah negaranya.

“Ini sungguhan,” ujarnya.

Seorang sumber pejabat Gedung Putih kemudian mengklarifikasi kepada The Washington Post bahwa pernyataan Trump itu hanya bercanda. Trump tak pernah membahas rencana tersebut dengan para penasihat atau pejabat AS lainnya. 

Pekan lalu, pejabat tinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menyampaikan poin-poin persyaratan untuk membuka kembali Selat Hormuz, termasuk mengakhiri perang dan agresi terhadap Iran dan sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak.

Zolghadr juga menuntut diakhirinya sanksi terhadap Iran, pencairan aset yang dibekukan, serta menuntut ganti-rugi kepada AS atas kerusakan akibat perang.

Topik Menarik