Trump Segera Umumkan Selat Hormuz Milik AS, Ini Faktanya
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat heboh dengan mengatakan dirirnya segera mendeklarasikan bahwa Selat Hormuz milik AS. Pernyataan itu dilontarkan dalam pidato di Akademi Kepolisian Nassau County, Garden City, New York, Jumat (14/8/2026) waktu setempat.
Namun jurnalis The Wall.Street Journal (WSJ), Brian Schwartz, mengatskan Trump hanya bercanda melontarkan pernyataan tersebut.
Menurut Schwartz, mengutip keterangan sumber pejabat Gedung Putih, Trump belum pernah membahas soal klaim atas Selat Hormuz dengan para penasihat keamanannya. Oleh karena itu, pernyataan tersebut dianggap hanya sebatas lontaran semata.
"Presiden Trump belum bertemu dengan para penasihatnya membahas penetapan Selat Hormuz sebagai wilayah AS pascaperang dan hanya bercanda dalam pidatonya di New York," tulis Schwartz, di media sosial X, dikutip Minggu (16/8/2026).
Trump sebelumnya mengatakan, AS akan mengeklaim kepemilikan atas Selat Hormuz setelah perang melawan Iran selesai.
Kejagung Buka Suara soal Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul yang Tak Masuk LHKPN
"Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, tak lama lagi saya akan menetapkan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," ujarnya.
"Ini sungguhan," katanya, lagi.
Schwartz, yang juga menghadiri pidato tersebut, mengatakan Trump tertawa setelah melontarkan pernyataan itu.
Trump juga mengeklaim, AS akan mengendalikan akses masuk-keluar jalur perairan strategis tersebut.
"Kita memegang kendali blokade. Tidak ada kapal yang bisa melintas kecuali atas seizin kita," ujarnya.










