RI Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia, Mentan Pastikan Tak Ganggu Kebutuhan Dalam Negeri

RI Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia, Mentan Pastikan Tak Ganggu Kebutuhan Dalam Negeri

Terkini | inews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:05
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ekspor 200.000 ton beras ke Malaysia tidak akan mengganggu kebutuhan pangan nasional. Dia menyebut, stok beras Indonesia saat ini dalam kondisi aman dan diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan.

Amran mengatakan, produksi beras nasional hingga Oktober 2026 diperkirakan mencapai sekitar 30 juta ton. Proyeksi tersebut belum memperhitungkan produksi dari masa tanam September-November yang masih berlangsung.

"Sesuai BPS, produksi sampai hari ini diperkirakan, sampai Oktober karena estimasi karena ada standing crop, itu kurang lebih 30 juta ton. Nah kalau masih ada masa tanam sekarang September, Oktober, November, InsyaAllah sesuai BPS produksi tahun ini lebih tinggi daripada tahun lalu 2025. Clear," kata Amran dalam konferensi pers dikutip, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, pemerintah juga memperhitungkan standing crop atau tanaman padi yang sudah ditanam dan akan segera dipanen. Dari sekitar 3,8 juta hektare standing crop, produksi beras diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton.

Selain itu, Amran menyebut masih terdapat lebih dari 10 juta ton beras yang tersimpan di masyarakat, termasuk hotel, restoran, dan kafe (horeka). Sementara stok beras di Perum Bulog mencapai sekitar 5,2 juta ton.

"Anggaplah 25 atau 26 juta ton. Per bulan kita butuh untuk penduduk Indonesia itu 2,5 sampai 2,6 juta ton. Artinya kalau 25 juta atau 26 juta ton berarti 10 bulan," ucapnya.

Perhitungan tersebut belum memasukkan produksi dari tanaman yang masih ditanam hingga akhir tahun. Sementara itu, panen raya diperkirakan kembali terjadi pada Februari 2027.

"Kalau 25 juta ton 26 juta ton berarti 10 bulan ke depan, berarti mulai Agustus, September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, Mei. Kekuatan beras kita sampai Mei tahun depan sedangkan panen puncak masuk di Februari. Overlap kan? Clear. Ini aman," tuturnya.

Diketahui, Indonesia sepakat mengekspor beras premium sebanyak 200.000 ton ke Malaysia. Ekspor tersebut dilakukan secara bertahap, dengan pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton dalam waktu dekat.

Amran mengungkapkan harga yang disepakati sekitar 3,9 ringgit Malaysia atau setara Rp17.000 per kilogram. Dengan demikian, nilai ekspor secara keseluruhan mencapai sekitar Rp3,4 triliun.

"Ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun," ucapnya.

Topik Menarik