Pemerintah Aktifkan Posko Bencana hingga Pulihkan Jalur Transportasi usai Gempa M7,7 di NTT

Pemerintah Aktifkan Posko Bencana hingga Pulihkan Jalur Transportasi usai Gempa M7,7 di NTT

Terkini | inews | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:34
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menetapkan sejumlah langkah prioritas setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Langkah tersebut meliputi pengaktifan posko penanggulangan bencana hingga evakuasi korban yang masih terjebak di bangunan yang runtuh.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi penanganan gempa NTT.

"Dalam rapat koordinasi tadi, kami sudah sepakat untuk segera mengaktifkan posko penanggulan bencana, jadi semua hal-hal ketentuan berkaitan dengan penanggulan bencana ini akan diaktifkan," ujar Suharyanto.

Setelah mengaktifkan posko, pemerintah akan memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban yang masih terjebak di sejumlah bangunan yang runtuh akibat gempa.

"Ada beberapa masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan, ada yang terjebak di beberapa bangunan, ini menjadi sasaran awal dari tim penanganan bencana," katanya.

Setelah proses evakuasi korban dilakukan, pemerintah akan berfokus pada pemulihan jalur transportasi dan komunikasi yang terdampak gempa. Untuk jalur transportasi, Kementerian Pekerjaan Umum akan mengerahkan personel dan alat berat untuk membuka kembali akses yang terganggu. Salah satunya jalur yang tertutup material longsor akibat guncangan gempa.

Sementara untuk komunikasi, pemerintah sejauh ini belum menerima laporan terkait gangguan sinyal telepon seluler di wilayah terdampak. Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan jalur komunikasi cadangan untuk mengantisipasi apabila jaringan komunikasi mengalami gangguan. Salah satunya menggunakan jaringan internet berbasis satelit Starlink.

"Untuk jalur-jalur komunikasi, sampai sekarang memang belum dapat laporan apakah sinyal HP, kemudian telepon, apakah ini terganggu. Tetapi tentu saja kami juga menyiapkan alat komunikasi cadangan," kata dia.

Pemerintah terus mempercepat penanganan gempa yang berpusat di sekitar wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat gempa Magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Update ini berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (15/8/2026) per pukul 18.48 WIB.

Topik Menarik