Ledakan SPPG di Mojokerto, Labfor Polda Jatim Duga Kebocoran Gas

Ledakan SPPG di Mojokerto, Labfor Polda Jatim Duga Kebocoran Gas

Nasional | inews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 22:00
share

MOJOKERTO, iNews.id – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Inafis Polda Jawa Timur menerjunkan personel untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group. Insiden tragis tersebut terjadi di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Tim Inafis dan Labfor Polda Jatim yang berjumlah lima orang langsung menyisir area bagian belakang bangunan SPPG yang diduga kuat menjadi titik awal kemunculan ledakan. Petugas mengumpulkan pelbagai material untuk diperiksa secara laboratoris. 

Barang bukti yang berhasil diamankan dari TKP di antaranya potongan pipa kecil, alas kaki/sandal korban, hingga sisa-sisa tabung gas yang meledak hancur. Seluruh barang bukti tersebut dibawa ke Mako Labfor Polda Jatim guna memastikan penyebab pasti pemicu ledakan. 

Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan, telah membentuk tim khusus (timsus) untuk menyelidiki secara mendalam indikasi kelalaian maupun penyebab teknis di balik insiden ini. 

"Dugaan awal insiden terjadi akibat adanya kebocoran gas saat dilakukan pekerjaan perbaikan oleh tenaga teknisi di lokasi," kata AKBP Andi Yudha Pranata, Jumat (14/8/2026). 

Ledakan keras tersebut mengakibatkan lima orang menjadi korban. Dua di antaranya mengalami kondisi kritis dengan luka bakar serius hingga 90 persen sehingga harus dirujuk ke rumah sakit rujukan utama di Surabaya. 

Korban atas nama Edy Suyanto dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya, sementara korban Piter Nando dipersiapkan untuk dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas perawatan medis khusus luka bakar yang lebih lengkap.

Sedangkan tiga korban lainnya sempat dilarikan ke RS Sakinah Mojokerto. Dari ketiga korban tersebut, satu orang masih menjalani perawatan rawat inap intensif, sedangkan dua korban lainnya dinyatakan membaik dan diperbolehkan rawat jalan. 

"Dari lima pasien yang menjadi korban ledakan, dua orang harus dirujuk ke rumah sakit di Surabaya karena kondisi luka bakar yang cukup parah," ungkap Kepala Puskesmas Puri, Nurul Maslichana.

Topik Menarik