Danpusterad: Kesadaran Bela Negara Generasi Muda Pondasi Indonesia Emas 2045
Danpusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno menekankan pentingnya pemahaman bela negara bagi generasi muda. Sebab ancaman terhadap negara saat ini tidak hanya bersifat militer.
Pesan tersebut disampaikan Danpusterad dalam Forum Kebangsaan yang merupakan Program Unggulan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Sekaligus, upaya Pusterad dalam memperkuat semangat persatuan, wawasan kebangsaan, serta kesadaran bela negara di masyarakat.
Hadir dalam forum tersebut, Dankodiklatad, Pangkogabwilhan I, ulama Abdullah Gymnastiar atau AA Gym, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, serta Guru Besar Unjani Prof. Heni Nurani Hartikayanti. Forum ini juga dihadiri 526 peserta terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM, mahasiswa, hingga pelajar.
Baca juga: Bela Negara di Ruang Digital
Danpusterad menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Danpusterad menyinggung tragedi pecahnya ĺ pada awal 1990-an, yang disebabkan oleh krisis politik, ekonomi, konflik etnis, serta hilangnya figur pemersatu setelah wafatnya Josip Broz Tito.Perpecahan itu melahirkan perang panjang dan berdarah, hingga akhirnya negara tersebut terfragmentasi menjadi tujuh negara baru. "Peristiwa itu jadi pengingat bahwa lemahnya nasionalisme dan rapuhnya persatuan dapat membawa sebuah bangsa menuju kehancuran," ujarnya, Jumat (14/8/2026).
Danpusterad juga mengutip pesan para tokoh bangsa seperti Presiden Soekarno yang mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.Kemudian Wapres Mohammad Hatta bahwa demokrasi dan keadilan adalah tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan bangsa. “Kemerdekaan hanya akan bermakna jika rakyat bersatu dan bekerja bersama untuk kesejahteraan bersama,” tuturnya.
Baca juga: Kemhan Dorong Kementerian dan Lembaga Perkuat Program Bela Negara
Danpusterad menegaskan ancaman terhadap negara kini tidak hanya bersifat militer. Perubahan geopolitik, persaingan ekonomi global, kemajuan teknologi, serta derasnya arus informasi menghadirkan ancaman baru melalui ruang digital, ideologi, ekonomi, sosial dan budaya.
"Karena itu, bela negara adalah hak dan kewajiban seluruh warga negara, bukan hanya TNI. Bagi TNI AD, hal ini diwujudkan melalui pembinaan teritorial dan penguatan kemanunggalan TNI–Rakyat," ujarnya.Danpusterad menyebut Indonesia merupakan negara yang sangat kaya karena memiliki keberagaman. Kemendikbud mencatat ada 466 bahasa daerah aktif, sedangkan BPS periode 2020 mencarar ada 1.340+ suku bangsa.
Tidak hanya itu, Indonesia memiliki 13 Warisan Budaya Takbenda UNESCO, 81.500 cagar budaya terdaftardan 6 agama resmi yang diakui negara
"Keberagaman ini adalah kekuatan besar yang tidak dimiliki banyak negara lain. Namun kekuatan ini hanya bermakna jika dijaga dengan semangat persatuan dan nasionalisme yang kokoh," katanya.
Danpusterad mengingatkan nasionalisme generasi muda saat ini menghadapi beberapa tantangan serius. Di antaranya, pemahaman nasionalisme yang masih dangkal dan simbolik.Kesadaran bela negara yang belum menyeluruh. Pengaruh budaya global yang kuat dan meningkatnya individualisme.Termasuk menurunnya literasi sejarah serta ancaman ideologi transnasional di ruang digital. Karena itu, diperlukan penguatan nasionalisme yang lebih strategis, sistematis, dan relevan dengan era modern.
Melalui Forum Kebangsaan ini, Danpusterad mengajak seluruh peserta untuk memperkokoh nasionalisme yang hakiki dan memperkaya wawasan kebangsaan. Termasuk menyatukan persepsi san membangun komitmen bersama menjaga keutuhan NKRI
“Mari jadikan forum ini sebagai ruang berbagi gagasan dan inspirasi untuk memperkuat karakter bangsa, memperkuat persatuan, serta menyiapkan generasi penerus yang memiliki cinta Tanah Air dan semangat pengabdian kepada bangsa sampai akhir hayat," tegasnya.
Danpusterad menambahkan, generasi muda adalah penentu masa depan Indonesia. Kesadaran bela negara bukan hanya tentang senjata dan seragam, tetapi tentang integritas, etika digital, kreativitas, kepedulian sosial, semangat gotong royong, kebanggaan terhadap identitas bangsa
"Dengan karakter kuat dan persatuan yang kokoh, Indonesia akan melangkah menuju Indonesia Emas 2045 sebagai bangsa besar yang dihormati dunia," katanya.
Senada, Brigjen TNI Antoninho Rangel da Silva menegaskan, bela negara bukan hanya tugas aparat pertahanan, tetapi merupakan energi moral seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan, ketahanan, dan masa depan bangsa.
"Kesadaran bela negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata: disiplin, integritas, kepedulian sosial, serta kontribusi aktif dalam pembangunan nasional," ucapnya








