Pantun Ketua MPR di Depan Prabowo: Buah Nangka, Buah Alpukat, Ini Pesan Buat Rakyat

Pantun Ketua MPR di Depan Prabowo: Buah Nangka, Buah Alpukat, Ini Pesan Buat Rakyat

Terkini | inews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 21:59
share

LONDON, iNews.id - The Weeknd menjadi alasan Arsenal vs Manchester City tidak digelar di Wembley dalam Community Shield 2026. Rangkaian konser sang penyanyi berpotensi menghasilkan pendapatan tiket hingga sekitar Rp430 miliar untuk satu pertunjukan berdasarkan simulasi harga tiket dan kapasitas stadion.

Duel Arsenal vs Manchester City dijadwalkan berlangsung pada Minggu (16/8/2026) malam WIB. Namun, pertandingan pembuka musim sepak bola Inggris tersebut tidak menggunakan Wembley dan dipindahkan ke Principality Stadium di Cardiff.

Bentrok jadwal menjadi penyebab utama. The Weeknd dijadwalkan tampil di Wembley pada hari yang sama melalui rangkaian After Hours Til Dawn Tour. Penyanyi asal Kanada itu bahkan menggelar lima konser dalam rentang enam hari, yakni pada 14-16 Agustus dan 18-19 Agustus.

Asosiasi Sepak Bola Inggris atau FA sebelumnya mengumumkan pada Mei jika Wembley tidak tersedia pada 15 dan 16 Agustus karena sudah ada agenda konser yang direncanakan. Community Shield kemudian terkena dampak perubahan kalender sepak bola musim 2026/2027 sehingga pertandingan harus dipindahkan.

Community Shield mempertemukan juara Premier League dengan pemenang FA Cup. Selain menjadi pembuka tidak resmi musim baru, pertandingan tersebut juga memiliki tujuan amal karena pendapatannya digunakan untuk mendukung inisiatif sepak bola akar rumput, mitra amal nasional seperti Alzheimer's Society, serta kegiatan lokal dari 124 klub yang mengikuti putaran pertama FA Cup musim sebelumnya.

Potensi Uang Konser The Weeknd di Wembley

Besarnya skala konser The Weeknd membuat keputusan penggunaan Wembley untuk agenda musik cukup masuk akal dari sisi komersial. Harga tiket pertunjukan tersebut dimulai dari 60,25 pounds atau sekitar Rp1,45 juta untuk kursi dengan pandangan terbatas.

Sementara itu, harga kursi standar paling mahal mencapai 336,45 pounds atau sekitar Rp8,10 juta. Tiket area berdiri dijual seharga 145 pounds atau sekitar Rp3,49 juta, sedangkan tiket Gold Circle yang berada lebih dekat dengan panggung mencapai 177,75 pounds atau sekitar Rp4,28 juta.

Jumlah penonton pasti belum diketahui, tetapi konser diperkirakan memiliki kapasitas sekitar 87.000 hingga 90.000 orang. Jika menggunakan titik tengah harga tiket termurah 60,25 pounds dan tiket standar termahal 336,45 pounds, diperoleh angka 198,35 pounds atau sekitar Rp4,78 juta sebagai ilustrasi harga rata-rata.

Dengan asumsi 87.000 penonton dan harga ilustratif 198,35 pounds per tiket, penjualan kotor dapat mencapai sekitar 17,26 juta pounds atau Rp415,8 miliar. Jika jumlah penonton mencapai 90.000 orang, nilainya meningkat menjadi sekitar 17,85 juta pounds atau Rp430,0 miliar.

Angka tersebut belum memasukkan paket hospitality premium. Wembley menawarkan paket Gold dan Diamond masing-masing seharga 599 pounds dan 799 pounds, setara sekitar Rp14,43 juta dan Rp19,24 juta per orang.

Pengalaman private box juga tersedia untuk kelompok berisi delapan, 12, atau 20 orang. Paket tersebut mencakup host khusus, koki pribadi, makanan, serta minuman seperti bir, wine, minuman ringan, teh, dan kopi. Jika satu private box berisi 20 orang dijual dengan harga 799 pounds per orang, pendapatan tiketnya saja mencapai 15.980 pounds atau sekitar Rp384,9 juta.

Perbandingan dengan Community Shield menunjukkan perbedaan nilai tiket yang sangat besar. Tiket standar Arsenal vs Manchester City dibanderol 30-55 pounds atau sekitar Rp722.490-Rp1,32 juta, sedangkan tiket premium tersedia dengan harga 75 pounds atau sekitar Rp1,81 juta.

Bahkan jika seluruh 90.000 kursi Wembley dijual dengan harga tertinggi tiket standar 55 pounds, penjualan kotor secara hipotetis hanya mencapai 4,95 juta atau sekitar Rp119,2 miliar. Angka ilustratif 17,85 juta pounds dari konser The Weeknd lebih dari tiga setengah kali lipat.

Namun, angka tersebut bukan pendapatan bersih Wembley. Pembagian pendapatan antara stadion, promotor, artis, dan pihak lain tidak diketahui secara publik. Pajak serta biaya besar untuk menggelar konser juga harus diperhitungkan sebelum menentukan keuntungan akhir.

Wembley Makin Bergantung pada Konser

Perbandingan tersebut memperlihatkan besarnya nilai ekonomi konser di Wembley. Stadion ikonik Inggris itu tidak hanya menjadi pusat pertandingan sepak bola, tetapi juga venue utama untuk pertunjukan musik berskala besar.

Pada tahun finansial 2023/2024, Wembley menggelar 10 konser, termasuk rangkaian Eras Tour milik Taylor Swift. Aktivitas konser kemudian terus berkembang dan menjadi bagian penting dari agenda stadion.

FA bahkan menyebut musim panas 2025 sebagai musim panas tersibuk dalam sejarah Wembley. Sejumlah nama besar tampil di stadion tersebut, termasuk Oasis, Dua Lipa, Lana Del Rey, Linkin Park, dan Guns N' Roses.

FA juga menyebut pertumbuhan pendapatan dari sponsorship, events, dan Experiences by Wembley ikut membantu kinerja keuangan organisasi. Kondisi tersebut memperlihatkan posisi konser dalam strategi bisnis Wembley.

Pada akhirnya, absennya Wembley dari Community Shield 2026 bukan karena pertandingan Arsenal vs Manchester City kehilangan status penting. Stadion tersebut sudah memiliki agenda komersial yang telah dijadwalkan, sementara konser The Weeknd menawarkan potensi bisnis dengan nilai tiket jauh lebih besar dibanding pertandingan pembuka musim tersebut.

Community Shield pun untuk ketiga kalinya sejak Wembley kembali dibuka pada 2007 harus digelar di luar London. Principality Stadium di Cardiff menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya pernah digunakan sebagai venue Community Shield, final FA Cup, dan final EFL Cup pada periode 2001-2007.

Topik Menarik