Ekshumasi Sutrimo Orang Dekat Eks Jampidsus, Tim Forensik Libatkan Ahli DNA hingga Psikologi

Ekshumasi Sutrimo Orang Dekat Eks Jampidsus, Tim Forensik Libatkan Ahli DNA hingga Psikologi

Berita Utama | inews | Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:54
share

BANYUMAS, iNews.id - Proses ekshumasi jenazah Sutrimo (42) dilakukan tim forensik di tempat pemakaman umum Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026). Makam dari mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah itu dibongkar untuk mencari kepastian penyebab kematiannya.

Ekshumasi dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Proses tersebut melibatkan tim gabungan dari Polda Jawa Tengah, Polresta Banyumas, Polda Metro Jaya, dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Selain jajaran kepolisian, sejumlah dokter dan ahli forensik dari berbagai bidang juga ikut dilibatkan dalam pemeriksaan jenazah Sutrimo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan jenazah Sutrimo melibatkan dokter forensik dari tiga wilayah. Tim tersebut berasal dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) Jaya, PDFMI Jawa Tengah, serta PDFMI Jawa Timur.

"Jadi tim gabungan dokter forensik ini terdiri dari PDFMI Jaya, ada PDFMI Jawa Tengah, dan PDFMI Jawa Timur," katanya, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, proses pemeriksaan dilakukan secara profesional, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Perlu kami sampaikan pelaksanaan ekshumasi pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam ini pasti profesional, proporsional, dan akuntabel. Dan ini pasti dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Maka ini merupakan tim gabungan," ujarnya.

Karodokpol Pusdokkes Polri sekaligus Ketua PDFMI Brigjen Sumy Hastry Purwanti menjelaskan pemeriksaan ekshumasi tidak hanya dilakukan terhadap kondisi fisik jenazah. Sampel yang diperoleh dari proses pemeriksaan akan dianalisis oleh sejumlah ahli dari berbagai bidang.

Di antaranya laboratorium forensik, psikologi, DNA, hingga histopatologi anatomi.

"Dari tiga tahap tersebut kami juga dari Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia, melibatkan beberapa ahli di dalamnya, selain spesialis forensik medikolegal kami juga mengajak teman-teman dari laboratorium forensik dan dari laboratorium psikologi di UI, juga di UNER untuk memeriksa hasil lab-nya nanti dan juga dari ahli DNA dan ahli histopathologi anatomi," kata Brigjen Hastry.

Keterlibatan berbagai disiplin ilmu tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi Sutrimo sebelum meninggal dunia. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian dari analisis keseluruhan tim forensik.

Brigjen Hastry mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan hasil pemeriksaan langsung terhadap jenazah dan analisis laboratorium.

"Sehingga kita bekerja dengan menyeluruh, komprehensif, dan hasilnya juga berdasarkan dari hasil pemeriksaan lab-lab nanti yang kita dapatkan. Mohon doanya rekan-rekan dan seluruh masyarakat sehingga kita bisa membuat jelas apakah cara dan sebab kematiannya natural atau unnatural kematian," ujarnya.

Tim forensik nantinya akan menentukan apakah kematian Sutrimo termasuk kematian wajar atau terdapat faktor lain yang perlu ditelusuri. Namun, kesimpulan belum dapat diberikan sebelum seluruh tahapan pemeriksaan selesai dan hasil analisis laboratorium keluar.

Dia meminta masyarakat memberikan waktu kepada tim untuk bekerja secara maksimal.

"Sehingga kami juga mohon waktu ya untuk bekerja hari ini dengan maksimal," katanya.

Sutrimo sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Kasus kematiannya kini ditangani Polda Metro Jaya setelah adanya laporan dari masyarakat dan pihak keluarga.

Tim forensik ekshumasi jenazah Sutrimo (42) untuk mengungkap penyebab kematian mantan Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Pemeriksaan melibatkan ahli DNA hingga histopatologi.

Topik Menarik