Bansos Beras 10 Kg Cair ke 33,4 Juta Penerima

Bansos Beras 10 Kg Cair ke 33,4 Juta Penerima

Berita Utama | okezone | Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:22
share

JAKARTA - Pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras gratis kepada 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Total beras yang disiapkan untuk program tersebut mencapai sekitar 997,2 ribu ton untuk periode Juli hingga September 2026.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram (kg) per bulan. Dengan demikian, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras selama tiga bulan.

“Untuk bantuan pangan, ini diberikan gratis kepada 33,4 juta masyarakat Indonesia. Ini adalah perintah Bapak Presiden. Alhamdulillah, sekarang kita sudah swasembada beras dan stok kita melimpah, mencapai 5,2 juta ton di Bulog,” ujar Amran saat meninjau penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Lidah Kulon, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).

Amran mengatakan, penyaluran bantuan pangan tersebut dilakukan seiring dengan kondisi stok beras nasional yang saat ini mencapai 5,2 juta ton di Perum Bulog. Menurutnya, stok tersebut berasal dari produksi dalam negeri dan bukan dari beras impor.

“Kalau mau melihat fisiknya, ada di Bulog. Kalau mau melihat data, ada di BPS. Kalau produksi, ada di pertanian. Ini beras kita sendiri, bukan beras impor,” tegasnya.

Lebih lanjut, Amran menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan dilakukan seiring dengan kondisi perberasan nasional yang semakin kuat. Menurutnya, peningkatan stok beras juga berjalan beriringan dengan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani.

“Bantuan pangan sudah, kesejahteraan petani meningkat, stok bertambah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sekarang stok kita 5,2 juta ton,” kata Amran.

 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pangan pemerintah tidak hanya diarahkan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, tetapi juga menjaga keseimbangan kepentingan produsen dan konsumen.

Di satu sisi, pemerintah memastikan produksi dalam negeri terserap dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Di sisi lain, pemerintah memanfaatkan kekuatan stok pangan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan ini karena dua-duanya. Stok kita memang melimpah, dan ini juga merupakan bentuk kepedulian Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia,” pungkas Amran.

Topik Menarik