5 Jersey Ikonik Class of ’92 MU Dilelang: Ada Giggs, Scholes hingga Beckham
JAKARTA, iNews.id - Soft Tennis Indonesia membidik dua medali perak pada Asian Games 2026, meski peluang untuk meraih emas tetap terbuka bagi tujuh atlet yang akan memperkuat kontingen Merah-Putih.
Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Tim Soft Tennis Indonesia akan menghadapi persaingan ketat dari sejumlah negara kuat Asia dalam perebutan medali.
Manajer Pelatnas Tim Soft Tennis Indonesia, Qamariah Ferly Montolalu, menilai persaingan pada edisi kali ini tidak mudah. Karena itu, tim menetapkan dua medali perak sebagai target yang dianggap paling realistis.
"Kalau melihat peta kekuatan (Asian Games), cukup berat buat kami. Jadi yang realistis dari kami adalah medali perak," ujar Ferly kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Target tersebut tidak muncul tanpa pertimbangan. Indonesia memiliki rekam jejak cukup baik di cabang soft tennis pada Asian Games sebelumnya, termasuk saat tampil di Asian Games 2018.
Kala itu, Indonesia berhasil membawa pulang satu medali perak dari nomor tunggal putra. Selain itu, Merah-Putih juga meraih dua medali perunggu masing-masing dari nomor beregu putra dan beregu putri.
Tiga Nomor Jadi Andalan
Prestasi Indonesia berlanjut pada Asian Games 2022. Tim Soft Tennis Merah-Putih kembali menyumbangkan medali setelah meraih satu perunggu melalui nomor beregu putri.
Ferly yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI) mengatakan penentuan target dua medali perak turut mempertimbangkan catatan prestasi serta kesiapan para atlet. Tiga nomor dinilai memiliki peluang paling besar untuk memenuhi target tersebut.
Nomor beregu putra, ganda campuran, dan tunggal putri menjadi tumpuan utama Indonesia di Aichi-Nagoya. Ketiganya diharapkan mampu memberikan kontribusi medali dalam persaingan yang diprediksi berlangsung ketat.
Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan menjadi beberapa negara yang perlu diwaspadai. Ketiga negara tersebut memiliki atlet dengan kualitas tinggi dan menjadi kekuatan utama dalam cabang soft tennis di kawasan Asia.
Hasil Kualifikasi Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Start Posisi 13, Masih Punya Peluang Bikin Kejutan
Pada Asian Games 2026, PP Pesti menurunkan tujuh atlet yang terdiri dari lima putra dan dua putri. Mereka akan bertanding dalam lima nomor, yakni tunggal putra, tunggal putri, beregu putra, beregu putri, dan ganda campuran.
Tujuh atlet yang dipersiapkan tersebut adalah Tio Juliandi Hutauruk, Fernando Sanger, Bagus Angga Boedy Pradewa, Rizky Zammy Febrian Laluyan, Muhammad Reza Falevi, Siti Nur Arasy, dan Alif Nafiiah.
Mereka sudah menjalani pemusatan latihan nasional sejak Maret 2026. Program persiapan juga dilengkapi dengan pengalaman bertanding di level internasional melalui dua turnamen yang digelar di Korea Selatan.
Kini PP Pesti memasuki tahap pematangan akhir. Tidak ada lagi agenda turnamen yang akan diikuti sebelum Asian Games Aichi-Nagoya 2026, sehingga seluruh perhatian tim diarahkan untuk memaksimalkan persiapan menuju Jepang.
Pelatih Tim Soft Tennis Indonesia, Gularso Mulyadi, menilai target dua medali perak tidak menutup peluang untuk menciptakan kejutan. Dia melihat kemungkinan meraih emas tetap terbuka jika para atlet mampu tampil maksimal saat pertandingan.
"Memang itu target realistis. Tetapi, bukan tidak mungkin juga kalau Tuhan menghendaki kita bisa dapat yang maksimal," tutur Mulyadi.
Dari sisi kesiapan, Mulyadi mengungkapkan persiapan tim saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen. Waktu yang tersisa akan digunakan tim pelatih untuk meningkatkan kemampuan atlet sebelum memasuki persaingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Dengan target dua medali perak dan peluang emas yang masih terbuka, tujuh atlet Soft Tennis Indonesia kini tinggal menuntaskan tahap akhir persiapan. Tantangan terbesar mereka adalah menghadapi kekuatan Korea Selatan, Jepang, dan China Taipei di ajang olahraga terbesar Asia tersebut.










