Liga Putri Indonesia Bangkit dari Mati Suri, 6 Klub Berebut Gelar Mulai Oktober 2026
JAKARTA, iNews.id - Liga Putri Indonesia atau Indonesia Women’s League (IWL) kembali bergulir pada Oktober 2026. Kompetisi sepak bola putri nasional itu comeback setelah vakum sejak 2019.
Kembalinya IWL menjadi salah satu langkah penting dalam upaya membangun kompetisi sepak bola putri yang berkelanjutan di Indonesia. Musim 2026-2027 akan diikuti enam klub dengan seluruh pertandingan dipusatkan di Jakarta.
Kepastian penyelenggaraan Liga Putri Indonesia disampaikan dalam konferensi pers di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Sejumlah tokoh sepak bola nasional hadir dalam agenda tersebut, termasuk Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Komisaris IWL Vivin Cahyani, Direktur Utama PT Liga Indonesia Putri (I.League) Ferry Paulus, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, dan CEO IWL Teddy Tjahjono.
Vivin Cahyani membuka konferensi pers dengan menyampaikan kabar kembalinya kompetisi yang sudah lama dinantikan. Dia menyebut IWL akan kembali menjalani pertandingan resmi mulai Oktober 2026 setelah cukup lama berada dalam kondisi vakum.
Hasil Kualifikasi Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Start Posisi 13, Masih Punya Peluang Bikin Kejutan
“Hari ini, tanggal 11 Agustus, bahwa kita yang sudah lama tunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Hari ini secara resmi Liga Putri Indonesia akan diselenggarakan lagi di tahun ini. Kick-off akan dimulai di bulan Oktober,” kata Vivin Cahyani dalam konferensi pers yang dihadiri iNews Media Group di Menara Mandiri, Jakarta pada Selasa (11/8/2026).
Vivin juga melihat perkembangan jumlah pemain potensial dalam beberapa tahun terakhir sebagai salah satu alasan kompetisi kembali dijalankan. Kondisi tersebut dinilai memberi dasar bagi penyelenggara untuk menghidupkan kembali liga putri nasional.
“Kita juga bisa melihat bahwa talent pool tahun-tahun belakangan ini makin bertambah, sehingga tahun ini kami memberanikan diri untuk memulai,” sambungnya.
Enam Klub Jadi Fondasi Awal
Teddy Tjahjono kemudian memaparkan format kompetisi IWL musim 2026-2027. Sebanyak enam klub akan berpartisipasi dengan seluruh pertandingan menggunakan sistem terpusat di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.
Laga perdana dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026. Pertandingan pembuka akan mempertemukan Persija Jakarta dengan Persita Tangerang.
Enam klub yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut adalah Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garudayaksa FC. Format terpusat dipilih sebagai bagian dari langkah awal untuk menguji kesiapan operasional sekaligus keberlangsungan kompetisi.
“Jadi rencana kick-off untuk Indonesia Women’s League akan dilakukan tanggal 17 Oktober. Itu rencana kita akan lakukan di Sumantri Brodjonegoro, diawali dengan pertandingan antara Persita dengan Persija. Di mana kita memang menggunakan konsep yang agak berbeda, jadi kita akan menggunakan centralized stadium yaitu di Sumantri,” jelas Teddy.
Menurut Teddy, keputusan menggunakan satu stadion untuk seluruh pertandingan bukan tanpa pertimbangan. IWL ingin lebih dulu memastikan kompetisi dan klub memiliki fondasi operasional yang kuat sebelum cakupan liga diperluas.
“Karena kita ingin memastikan bahwa secara liga dan secara klubnya bisa sustainable untuk jangka panjang. Karena kita ingin Indonesia Women’s League ini bisa berjalan selamanya dan terus berkembang, tumbuh dengan baik untuk mendukung Timnas Indonesia Putri,” tutur Teddy.
“Sehingga kita mulai dengan enam klub dulu di area Jabodetabek untuk memastikan bahwa secara operasional juga efisien,” tambahnya.
Kembalinya IWL juga mendapat sambutan positif dari PSSI. Erick Thohir menegaskan kompetisi sepak bola putri masuk dalam komitmen kepengurusan PSSI dan harus berjalan beriringan dengan perkembangan sepak bola putra.
“Kita punya komitmen bahwa sepak bola wanita itu tidak pernah dinomorduakan oleh kepengurusan PSSI saat ini. Saya rasa tidak ada periode-periode yang kita bisa lihat Tim Nasional Putri berjalan seiring dengan Tim Nasional Putra,” ujar Erick.
Erick juga menyoroti kesinambungan pembinaan Timnas Putri Indonesia dari kelompok usia muda hingga senior. Menurut dia, keberadaan kompetisi menjadi bagian penting dalam menjaga jalur pembinaan pemain.
“Baik dari komitmen pembentukan Tim Nasional Muda yang usia U-17, U-19, U-20 yang kadang-kadang bertukar-tukar sesuai dengan kompetisi yang berjalan, dan bahkan senior. Dan terus berjalan,” pungkasnya.
Dengan enam klub sebagai peserta awal, IWL 2026-2027 akan menjadi ujian penting bagi keberlangsungan kompetisi sepak bola putri nasional. Laga Persija kontra Persita pada 17 Oktober 2026 akan menjadi penanda dimulainya kembali kompetisi setelah vakum sejak 2019.










